"Kembul Mumbul" Festival Kebudayaan Yogyakarta 2023 Fokuskan Ketahanan Pangan

  • 26 September 2023 00:00:00
  • 313 views

Sermo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X buka secara resmi Festival Kebudayaan Yogyakarta 2023 (FKY 2023) sebagai etalase seni budaya masyarakat Yogyakarta yang pada tahun ini dilangsungkan di Waduk Sermo Kulon Progo, Minggu (24/9/2023).

Gubernur DIY dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelaksanaan FKY 2023 ini. Menurutnya FKY merupakan bentuk aktualisasi akumulasi pesan budaya dari masa lalu, yang ditranformasikan untuk memperkaya makna dan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. 

"Karena hakekat sifat budaya itu penuh dinamik dan bergerak progresif. Progresifitas inilah yang sudah selayaknya menjadi spirit dalam setiap perhelatan festival budaya," kata Sultan.

Dikatakan Sultan, FKY 2023 dengan tema besar “Ketahanan Pangan” melalui judul Kembul Mumbul ini sejalan dengan sejarah peradaban Mataram yang patut diteladani pada zaman sekarang. Dimana Sultan Agung pada saat itu merupakan sang pemarkasa Lumbung Mataram yang sangat memahami pentingnya komoditas padi dalam menjaga ketahanan pangan Kerajaan Mataram.

"Semangat inilah yang pada hari ini sudah seharusnya turut membentuk pondasi kolaborasi dan kesadaran kita akan ketahanan pangan," tutur Sultan.

Lebih lanjut Sultan mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat ketahanan pangan sebagai tujuan yang harus dicapai bersama-sama. Namun demikian dalam konteks Kembul Mumbul, ketahanan pangan bukan sekedar ketersedian dan keterjangkauan pangan namun merupakan perwujudan ungkapan cinta akan budaya dan kesadaran bahwa ketahanan pangan adalah akar dari identitas masyarakat Yogyakarta.

"Tersirat pula harapan, bahwa apa yang kita sajikan dalam FKY eposide ini bukan hanya tentang kenikmatan rasa, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang makanan tradisional yang sehat dan menyehatkan," kata Sultan.

Sementara itu Pj. Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti berharap FKY 2023 yang digelar di Kulon Progo ini dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat mendapatkan kesan dan pesan yang baik dari berbagai ragam kesenian dan ragam pengalaman budaya untuk memupuk kesadaran bersama terkait ketahanan pangan.

"Upaya kita dalam melestarikan budaya tercapai, masyarakat semakin mengenal budaya bangsanya, sekaligus menjadikan hiburan tersendiri bagi warga masyarakat," kata Ni Made. /MC.Kab.Kulon Progo/humas