29 JUNI HARI KELUARGA NASIONAL; Menghidupkan Kembali Semangat Gotong Royong

  • 07 Juli 2010 08:43:29
  • 3749 views

Di tengah ancaman terjadinya "baby boom" kedua akibat penanganan program KB pasca otonomi daerah yang cenderung mengendor, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVII Tahun 2010 secara nasional mengambil tema sentral "Dengan Semangat Gotong Royong Kita Mantapkan Pemberdayaan Masyarakat dan Revitalisasi Program KB Nasional" dengan motto "Gotong Royong Keluarga Membangun Desa dan Kelurahan".  Dengan tema sentral tersebut, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai pengampu program Keluarga Berencana (KB)  berharap momentum Harganas menjadi momentum strategis untuk mengingatkan kembali pada masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam rangka memantapkan pemberdayaan masyarakat dan menggiatkan kembali program Keluarga Berencana (KB).

Setidaknya ada dua alasan mendasar mengapa tema Harganas tahun ini menekankan pada aspek gotong royong sebagai faktor kunci dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan merevitalisasi program KB. Pertama, gotong royong merupakan filosofi leluhur yang di dalamnya mengandung aspek nilai-nilai yang tinggi kualitasnya yaitu integritas, nilai kebangsaan, dan kegotong royongan. Ketiga hal tersebut menjadi landasan semangat berdirinya negara Indonesia. Oleh karena itu pantas apabila pemerintah selalu mengingatkan pada masyarakat akan fungsi pentingnya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.   

Kedua, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sekarang ini   semangat kegotongroyongan jauh mengendor dibandingkan masa lalu.  Di masyarakat,  hal ini tampak sekali dengan semakin sedikitnya orang-orang yang terlibat dalam aktivitas kerja bakti, sambatan  dan kegiatan sosial lainnya, kecuali dari kalangan generasi tua yang terus  berupaya sekuat tenaga "nguri-uri" tradisi leluhur tersebut. Sementara kalangan remaja semakin asyik dengan produk-produk hasil kemajuan teknologi seperti telepon seluler, televisi, radio,  tape recorder, internet, game, dan sebagainya yang membuat mereka egois dan cenderung tidak mempedulikan orang lain......

Selengkapnya silakan download file (pdf)