Program Raskin Perlu Inovasi

  • 29 Mei 2010 08:16:57
  • 2961 views

Pelaksanaan program beras untuk keluarga miskin (Raskin) perlu dilakukan inovasi. Bukan hanya berbentuk penjualan beras dengan harga murah seperti yang dilakukan selama ini, namun perlu kreativitas agar bagi masyarakat bisa meningkat menjadi sejenis program pemberdayaan.

Harapan itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sosial pada Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kulon Progo Drs Untung Waluyo, dalam rapat evaluasi Raskin bulan Mei 2010 di ruang rapat kantor setempat. Evaluasi diikuti oleh Satuan Pelaksana (Satlak) Raskin tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan serta Bulog Divre Yogyakarta.

Di daerah lain, tambah Untung, sudah ada kelompok masyarakat (Pokmas) yang melakukan inovasi tersebut, yakni di Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Di desa tersebut, penerimaan raskin dilakukan oleh Pokmas. Anggota Pokmas sepakat, raskin yang diterima dipotong senilai Rp 100,-. Hasil potongan kemudian diuangkan dan dikelola oleh pengurus Pokmas, ujarnya.

Menurut Untung, dari uang yang terkumpul oleh Pokmas digunakan untuk membiayai kegiatan sosial serta membantu pembangunan fisik desa setempat. "Inovasi seperti itu sangat bagus karena dapat lebih memberdayakan masyarakat. Dan itu tidak melanggar peraturan karena atas kesepakatan seluruh penerima Raskin di desa tersebut," tutur Untung.

Untung berharap agar di Kulon Progo juga muncul inovasi dari masyarakat, terutama penerima raskin agar muncul gagasan serupa. Tidak harus persis seperti warga Cangkringan, yang penting nuansanya adalah pemberdayaan. "Pemkab tidak akan mengarahkan apa lagi memaksa, gagasannya harus muncul dari masyarakat. Kalau mengarahkan, justru nanti Pemkab yang melanggar aturan," tandas Untung.

Di bagian lain untung menyatakan, untuk bulan Juni pembagian Raskin akan dilakukan mulai awal hingga pertengahan bulan. Adapun jadwal selengkapnya adalah, (2/6) untuk wilayah Kecamatan Girimulyo, (3/6) Kalibawang, (7/6) Panjatan dan Lendah, (8/6) Temon, (9/6) Kokap, (10/6) Wates dan Galur, (14/6) Samigaluh dan Nanggulan, (15/6) Sentolo dan (16/6) Pengasih.