KOREA SELATAN SIAP INVEST DI KULONPROGO

  • 10 April 2010 12:34:48
  • 2714 views

Dari hasil kunjungan kerja Bupati Kulonprogo ke Korea Selatan, beberapa pengusaha negeri ginseng siap untuk melakukan investasi di Kulon Progo.


Sekda Kulon Progo, Budi Wibowo,SH,MM yang turut mendampingi kunjungan Bupati bersama Kepala Bappeda Ir.Agus Langgeng Basuki dalam pertemuan dengan beberapa wartawan di Media Center Kulon Progo, Jum'at (9/4) mengatakan dari hasil kunjungannya, beberapa investor Korea Selatan sepakat menanamkan modal, bahkan tiga diantaranya sudah menandatangani perjanjian MoU.


"Setidaknya ada tiga hal yang dibahas untuk dikerjasamakan dengan dengan investor Korea Selatan ini, pertama industri bahan baku baja d imana Pemkab menfasilitasi koordinasi dengan PT JMI dengan perusahaan Posco Steel yang merupakan perusahaan baja terbesar di Korea dan terbesar kedua di dunia. Di bidang ini, nantinya Kulon Progo menawarkan peluang suplai bahan baku baja, jika rencana pendirian pabrik baja dengan sumber bijih besi terrealisasi", terang Budi yang selain kepala Bappeda juga didampingi Kepala Kantor Penanaman Modal Ir Subagyo. Sedangkan kedua, pemkab juga telah bertemu dengan Walikota Gijang Gun Cho I dan melakukan kesepakatan untuk saling memberikan informasi terkait investasi pengusaha Gijang Gun di Kulon Progo. Ketiga, pemkab melakukan penandatanganan kerjasama dengan perusahaan Surimi Co.Ltd dan Fish Meal yang bergerak dibidang pembuatan tepung ikan, baik untuk konsumsi manusia maupun pakan ternak.


"Pabrik Surimi ini rencananya mulai masuk setelah dermaga jadi," kata Budi. Surimi dikatakan sebagai proyek investasi terdekat dan diharapkan dapat menjadi magnet tumbuhnya investasi-investasi lain di kawasan pesisirselatan seperti cold storage, pabrik kapal, dan lainnya. Surimi diyakini akan menjadi daya tarik nelayan berbagai
daerah untuk berlabuh ke Kulon Progo.


"Pemilik Surimi Lee Dong Ick pada 5 Juni mendatang akan kembali melakukan perincian pembangunan yang lebih detail di Kulon Progo tentang pendirian pabrik tepung ikan ini,"terang Budi.


Sementara proyek dermaga dan pelabuhan sendiri ditargetkan selesai tahun ini dengan target pembangunan kolam pendaratan kapal mencapai 90%. Pada tahun 2010 ini anggaran dermaga Rp.29,5 milliar untuk pembangunan break water sisi barat dan timur. Untuk infrastruktur ditargetkan selesai sepenuhnya 2011/2012 dan sudah dikoordinasikan dengan propinsi untuk disampaikan ke pusat.


Sementara Kepala Bappeda, Ir.Agus Langgeng Basuki menambahkan pelabuhan dan dermaga ini layaknya seperti terminal. Ramai tidaknya pelabuhan ini akan tergantung aktivitas jual beli ikan yang ada. "Yang perlu dipersiapkan terutama nelayan kita agar bisa bersaing karena pelabuhan itu nanti akan terbuka untuk nelayan berbagai daerah yang mendaratkan ikan disitu,"kata Langgeng.