ASB Jerman Audiensi Wabup

  • 27 Maret 2010 08:30:04
  • 2700 views

ASB (Arbeiter-Samariter-Bund Deutschland) yang merupakan salah satu organisasi kesejahteraan sosial terbesar dan tertua dari Negara Jerman, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DIY akan menyusun sebuah panduan
untuk program bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), mengenai Pendidikan Inklusi. Sebelumnya ASB yang masuk DIY sejak terjadinya gempa bumi Mei 2006 lalu, juga telah memberikan Pelatihan Kesiapan Sekolah Menghadapi Bencana bagi semua siswa Sekolah Dasar di Propinsi DIY termasuk Kabupaten Kulon Progo.


Puthut W Sulastomo dari ASB mengatakan sesuai dengan dasar Negara bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan, karena pendidikan untuk semua. Realitas dilapangan masih banyak ditemukan adanya anak-anak berkebutuhan khusus harus ditangani untuk dapat sekolah. Untuk itu ASB bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan Propinsi melakukan upaya mengatasi temuan ini, yang tentunya didukung oleh kabupaten/kota.

"Meskipun selama ini program sekolah inklusi juga telah berjalan dan khusus di Kulon
Progo ada 10 SD, sedangkan 3 SD yakni SD Tanjungharjo, SD Jatisarono dan SD Gadingan juga telah mendapatkan pembangunan aksesibilitas di masing-masing
sekolah,"jelas Putut, ketika melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Drs.H.Mulyono di ruang kerjanya Kamis (25/3).


Dalam kesempatan tersebut Wabup didampingi Asisten Tata Praja Drs.H.Sutedjo, Kadinas Kesehatan dr.Lestaryono, Kabag Kesra Setda Eko Wisnu Wardhana,SE, Sekretaris Dinas Pendidikan Drs.Yunarko, perwakilan Depag, DPU, Dishubkominfo, dan Dinsosnakertrans.

 
Sementara Wabup Drs.H.Mulyono menyambut baik program pendidikan inklusi. Diharapkan para orangtua yang mempunyai anggota keluarga yang masuk dalam kategori ini, sadar untuk memberikan pendidikan baginya, karena pendidikan untuk semua. Karena telah adanya lembaga pendidikan berupa SLB, maka diperlukan sinergi antara SLB dengan sekolah inklusi ini.