BPMPDP DAN KB GELAR ADVOKASI KIE TENTANG KRR

  • 11 Maret 2010 11:27:06
  • 2389 views

Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo, Rabu (10/3) menggelar acara pertemuan Advokasi KIE tentang KRR yang dihadiri 45 orang yang terdiri dari unsur  Koordinator PKB dari 12 kecamatan, Kelompok Seni Peduli KB (KSP-KB), lintas sektor (Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, TP PKK, Kantor Depag, Polres, Bagian Kesra), LSM khususnya PKBI Cabang Kulon Progo, Fathayat NU, Pemuda Muhammadiyah, KPA dan BNK serta para tokoh agama/ustad yakni Bapak Muh Jazari, SAg. dan Syahban Hani. Turut hadir dan menjadi penyaji materi dalam pertemuan tersebut Kabid Keluarga Berencana Drs. HM Dawam dan Ketua Kelompok Seni Peduli Keluarga Berencana (KSP-KB) Kabupaten Kulonprogo Bapak Sudjendro.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Drs. Sumarsono, MSi, Kepala Badan PMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo Drs. Krissutanto menyatakan bahwa upaya penyebarluasan informasi tentang KRR pada masyarakat luas khususnya pada para remaja kita pada saat ini sudah demikian mendesak. Hal ini disebabkan karena isu-isu Triad KRR (Seksualitas, Napza dan HIV/AIDS) sekarang ini sudah cukup mengkhawatirkan dengan banyaknya kasus-kasus seks bebas remaja, remaja yang terlibat narkoba dan zat-zat aditif lainya serta remaja yang terkena HIV AIDS. Ditandaskannya, menurut kepala BKKBN Pusat Dr Sugiri Syarief, MPA sekitar 30 persen remaja kita pernah melakukan hubungan seks pra nikah dan 22,6% remaja adalah penganut seks bebas. Selanjutnya menurut data dari Departemen Kesehatan RI, sebanyak 8 persen pria berumur 15 - 24 tahun telah menggunakan obat-obatan terlarang dan 3,02 persen dari total penderita HIV/AIDS adalah remaja umur 15 - 19 tahun serta 54,77% adalah kelompok usia 20 - 29 tahun. Di kabupaten Kulonprogo sendiri, kasus perikahan usia dini (di bawah 16 tahun untuk waita dan di bawah 19 tahun utuk pria) juga telah berkembang cukup mengkhawatirkan, karena jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Bila tahun 2006 baru terdapat 19 kasus, tahun 2007 telah meningkat menjadi 41 kasus dan di tahun 2008 menjadi 68 kasus.

Berdasarkan kenyataan tersebut, menurut Krissutanto, persoalan remaja yang berkaitan dengan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) memerlukan perhatian berbagai pihak. Karena apabila hal tersebut tetap dibiarkan, sudah barang tentu akan merusak masa depan mereka, termasuk keluarganya dan bangsanya. Untuk itu diperlukan berbagai upaya advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif remaja tetang kesehatan dan hal-hak reproduksi guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang.

Sementara itu, selaku penyelenggara, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi  Drs. Mardiya, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan pertemuan Advokasi dan KIE tentang KRR tersebut adalah untuk memperluas pemahaman remaja dan masyarakat tentang KRR dalam rangka meningkatkan  derajat kesehatan remaja sehingga antinya dapat menjadi generasi yang berkualitas. Sementara yang melatarbelakagi dilaksanakannya  kegiatan dimaksud adalah karena semakin banyaknya kasus-kasus yang berkaitan dengan Triad KRR (seksualitas, napza dan HIV/AIDS). Meskipun kasus ini tidak menonjol di Kulon Progo bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di DIY, namun apabila dibiarkan akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menghambat jalannya pembangunan di Kulon Progo.

"Hasil yang hiharapkan dengan adanya pertemuan advokasi dan KIE tentang KRR ini  adalah adanya upaya yang lebih intensif dari pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam memberikan pemahaman yang benar seputar kesehatan reproduksi remaja pada para remaja khususnya di Kabupaten Kulon Progo dalam rangka menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas dan bertanggungjawab" kata Mardiya.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945