Optimalisasi Fungsi Sekretariat Daerah Dalam Pencapaian RPJM Daerah

  • 22 Februari 2010 07:57:06
  • 3488 views

Tahun 2010 merupakan tahun ke dua penerapan kelembagaan perangkat daerah sesuai PP 41 Tahun 2007 di Kabupaten Kulon Progo, sekaligus penerapan urusan pemerintah sesuai PP 38 Tahun 2007. Ujian pertama yang dihadapi pemerintah daerah adalah adanya pertambahan DAU yang tidak sesuai harapan. Pada tahun 2010 kondisi anggaran tidak lebih baik. Bagi Kulon Progo berarti juga penurunan kemampuan anggaran untuk melaksanakan program-program yang ada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah).

 

Sesuai hasil analisis evaluasi terhadap realisasi matrik RPJM Daerah Kabupaten Kulon Progo tahun 2007 - 2009 diketahui adanya penurunan realisasi pelaksanaan kegiatan apabila dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Bahwa pada tahun 2007 ada 60,33 % kegiatan dilaksanakan, tahun 2008 ada 29,31 % kegiatan dilaksanakan dan tahun 2009 ada 21,87 % kegiatan dilaksanakan. Alasan pembenar yang disampaikan adalah kurangnya dana untuk membeayai kegiatan yang direncanakan, sehingga banyak kegiatan terpaksa tidak bisa diberi alokasi anggaran. Tetapi ada kenyataan menarik yang perlu diperhatikan apabila alasan ketidakcukupan dana, bahwa ada kegiatan-kegiatan yang tidak ada dalam matrik (tidak ada dalam rencana) tetapi dilaksanakan. Pada tahun 2007 sebesar 3,41 %, tahun 2008 sebesar 0,77 % dan tahun 2009 sebesar 2,89 %. Mengapa bisa muncul kegiatan yang tidak direncanakan ? Adakah sesuatu yang salah dalam manajemen pemerintah daerah ?

Selengkapnya silakan download file (pdf 38KB)