WABUP TINJAU KEGIATAN PNPM KALIBAWANG

  • 16 Februari 2010 08:30:46
  • 2291 views

Pembangunan fisik beberapa ruas jalan rabat beton dan jembatan di Kecamatan Kalibawang melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) telah mampu membuka keterisoliran beberapa wilayah desa di kecamatan paling utara Kabupaten Kulonprogo ini. Keberhasilan pembangunan melalui PNPM 2009 yang merata di empat desa meliputi desa Banjararum, desa Banjarasri, Banjarharjo dan Banjaroya, Sabtu (13/2) ditinjau langsung Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Mulyono. Selain wabup turut serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPP dan KB) Drs.Krissutanto, Komisi III bidang pembangunan DPRD Kulon Progo Ponimin BH, Aji Pangaribowo dan Syarkowi, dan Camat Kalibawang Rohedy Goenoeng P,S.Sos.
Wabup Drs.H.Mulyono merasa bangga dengan hasil-hasil pembangunan di seluruh wilayah Kecamatan Kalibawang yang telah dibantu dengan dana pemerintah pusat melalui PNPM 2009. Karena masyarakat dengan sukarela masih menyumbangkan sebagian miliknya berupa tanah untuk jalan, maupun jembatan serta material juga tenaga kerja.

 


"Saya merasa bangga dengan masyarakat Kalibawang yang telah mensukseskan pembangunan PNPM ini, yang merupakan bantuan pemerintah pusat untuk pemberdayaan masyarakat  sedangkan kabupaten hanya memberikan motivasi, sehingga jerih payah dari masyarakat perlu mendapatkan penghargaan lebih, untuk itu kalau 2009 kemarin hanya Rp.2 Milyar maka khusus Kalibawang tahun 2010 menjadi Rp.3 Milyar dana PNPMnya," kata Mulyono.

 

Ditambahkan Mulyono meski Kabupaten Kulonprogo sesuai Bappenas masuk kabupaten kategori maju, namun dalam tiga tahun kedepan masih dalam pembinaan pemerintah pusat, bantuan-bantuan masih dikucurkan, sehingga kondisi yang aman, kondusif seperti sekarang harus terus dipertahankan guna memperlancar pembangunan.

 


Sementara Camat Kalibawang, Rohedy Goenoeng P, S.Sos, mengatakan beberapa hambatan dalam merealisasikan pembangunan diantaranya faktor alam dimana medan yang sulit karena sebagian besar di wilayah perbukitan Menoreh sebagai sasaran fisik, system pencairan dana yang bertepatan dengan musim hujan menyebabkan beberapa material sulit masuk sampai lokasi, dan kalau sudah sebagian hanyut tergerus air hujan.

 


Sementara khusus kegiatan non fisik berupa Simpan Pinjam Khusus Perempuan perlu kreatifitas disebabkan banyaknya layanan yang sejenis di desa maupun kecamatan.