BKB CIPTAKAN GENERASI BERKUALITAS

  • 29 Januari 2010 07:47:23
  • 2362 views

Bina Keluarga Balita (BKB) apabila dikelola dengan baik, akan menjadi wahana yang efektif dalam penciptaan generasi masa depan yang berkualitas. Hal ini dapat dipahami karena dengan BKB, para orangtua akan mendapatkan banyak arahan dan petunjuk bagaimana seharusnya mengasuh dan membina anak sehingga sang anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Bukan hanya bagaimana merangsang gerakan kasar, gerakan halus, komunikasi pasif, komunikasi aktif, kecerdasan, menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial, tetapi juga bagaimana merangsang anak untuk lebih respons terhadap budi pekerti yang baik dan berperilaku sesuai aturan norma agama. Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita semua untuk tidak menggiatkan kelompok BKB, terlebih telah ada dukungan sarana prasarana pertemuan berupa APE dan buku-buku panduan lainnya.

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya pada saat penyerahan BKB Kit pada 15 Desa se Kecamatan Temon, Selasa (26/1). Hadir dalam acara tersebut, Kasi Kesra Kecamatan Temon, Bunyamin, Koordinator Penyuluh KB Endar Sunarsih, SPd, para Koordinator PPKBD, dan Kader BKB dari seluruh desa se  Kecamatan Temon. Ditambahkan oleh Mardiya, di era globalisasi ini BKB menjadi sangat urgen untuk digiatkan. Hal ini mengingat pengaruh teknologi informasi dan komunikasi telah begitu kuat sehingga dampak negatif dari perkembangan tersebut khususnya internet telah begitu terasa khususnya pada remaja yang ditandai merebaknya kasus-kasus perilaku negatif.

Menurut mantan penyiap bahan pembinaan ketahanan keluarga tersebut, sekarang ini para orangtua harus bekerja ekstra keras agar dapat menanamkan budi pekerti dan moral yang baik pada anak. Pengaruh globalisasi yang kuat harus mendapat perhatian orangtua, sehingga para orangtua jangan sampai lengah untuk melakukan bimbingan, pendampingan dan pengawasan pada anak sejak kecil.

"Saat ini para orangtua tidak boleh bersikap masa bodoh terhadap anak, karena dampaknya pada perkembangan anak akan sangat buruk. Setiap saat anak dapat mengakses informasi dari luar seperti televisi, radio, internet, handphone, dan lain-lain. Sayangnya tidak semua informasi itu baik untuk anak, sehingga bila tidak ada pendampingan dari orangtua akan sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak, khususnya yang menyangkut moralitas dan kepribadian," katanya.

Terkait bantuan BKB Kit yang sifatnya hibah, Penyuluh KB Kecamatan Temon Purwanto mengatakan, jumlah BKB Kit yang dibantukan ada 19 buah untuk 15 desa. Khusus untuk Desa Plumbon, Kulur, Demen dan Kedundang masing-masing dua buah, sementara 11 desa lainnya yakni Jangkaran, Sindutan, Palihan, Kebonrejo, Kaligintung, Glagah, Temon Kulon, Temon Wetan, Karangwuluh,  Janten dan Kalidengen masing-masing satu buah. Bantuan ini cukup menggembirakan, dan mendapat dukungan penuh dari Camat Temon Dra. Sri Utami, MHum agar betul-betul bermanfaat bagi kelompok BKB.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo        HP. 081328819945