KAMPANYE PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN PERLU KEMBALI DIGIATKAN

  • 21 Januari 2010 08:29:40
  • 2798 views

Kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang belakangan sedikit mengendor, perlu lebih digalakkan untuk masa-masa mendatang. Persoalannya bukan sekedar semakin banyaknya kasus pernikahan usia dini (di bawah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan), tetapi juga disebabkan karena cukup besarnya proporsi remaja yang hamil dulu sebelum menikah.  Di Kulonprogo sendiri, meskipun kasus yang terjadi belum termasuk kategori menonjol di DIY, tetapi bila tidak diwaspadai sejak awal akan berakibat buruk terhadap upaya pembangunan keluarga kecil bahagia sejahtera sebagai misi program KB di Indonesia.

 

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB)  Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya  dihadapan peserta Pelatihan Peer Conselor dan Peer Education SMA Negeri 2 Wates, Selasa (19/1). Ditambahkan oleh Mardiya, berdasarkan informasi dari Kandepag, kasus pernikahan usia dini di Kulonprogo tahun 2006 ada 19 kasus, tahun  2007 meningkat menjadi 41 kasus dan tahun 2008 meningkat lagi menjadi 68 kasus. Sementara informasi dari Dinas Kesehatan, calon pengantin yang hamil sebelum menikah 9,9 persen di tahun 2006, 13,32 persen di tahun 2007 dan 10,24 di tahun 2008.

 

 Menikah di usia dini, demikian Mardiya, selain berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan penduduk, juga menyebabkan keluarga menjadi rapuh ketahanannya, keluarga sering tidak harmonis, sering cekcok, terjadi perselingkuhan, terjadi Kekerasab Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta rentan terhadap perceraian. Bila kasus ini terus dibiarkan terjadi, dikhawatirkan  upaya membangun keluarga kecil bahagia sejahtera menjadi semakin sulit diwujudan. Sementara keluarga yang sejahtera menjadi modal dasar untuk membangun masyarakat yang sejahtera serta yang maju dan mandiri.

 

Mantan penyiap bahan pembinaan ketahanan keluarga ini berpendapat, sebaiknya para remaja jangan tergesa-gesa untuk menikah, karena menikah itu membutuhkan persiapan yang matang. Bukan hanya persiapan fisik biologis, tetapi juga mental, sosial, ekonomi, pendidikan, ketrampilan dan keyakinan. Lagi pula dengan menikah dan membangun keluarga, bukan berarti masalah hidup selesai. Sebaliknya justru bertambah, karena kebutuhan orang berkeluarga itu luar biasa banyak. Ini berbeda jauh bila dibanding sewaktu bujang  yang relatif tidak memiliki kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi. Disamping itu, dengan memasuki dunia berkeluarga, dibutuhkan kesabaran yag ekstra, memiliki jiwa toleransi dan pengertian yang besar, selain jiwa legowo, berani jujur, mampu mengendalikan emosi dan mengekang diri. Itulah sebabnya, remaja yang menikah karea hanya dorongan nafsu tanpa dilandasi rasa cinta yang besar, akan menyesal di kemudian hari.

 

Disinggung berapa usia ideal menikah, Mardiya menyatakan utuk laki-laki minimal 25 tahun sementara untuk perempuan 20 tahun. Tentang batasan maksimanlya, untuk perempuan diharapkan jangan lebih dari 30 tahun. Alasannya, rentang reproduksi sehat untuk perempuan terutama utuk kelahiran anak pertama adalah usia 20 - 30 tahun. Sementara untuk laki-laki patokan maksimalnya bisa lebih tinggi, asal jangan usia 50 tahun baru menikah. Karena usia yang terlalu tua baru menikah, anak-anaknya belum dewasa dan membutuhkan biaya pendidikan yang ekstra, sang suami sudah keburu pensiun dan tidak produktif lagi.

 

" Sebenarnya menikah itu bisa kapan saja, tetapi orang yang bijak akan memiliki rencana yang matang dan rasional dengan mengingat rentang tahapan kehidupan manusia yang tidak mungkin hidup selamanya. Jadi jangan korbankan kehidupan masa depan karena menikah terlalu dini sehingga apa-apa nggak siap, tetapi juga jangan terlalu tua karena juga tidak kodusif untuk mewujudka cita-cita membangun keluarga kecil bahagia sejahtera," tandasnya.

 

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945