Gelar Labuhan dan Suran Bugel

  • 13 Januari 2010 12:54:21
  • 2602 views

Nelayan yang tergabung dalam kelompok ‘Ngudi Rejeki, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Selasa (12/1) menggelar ritual sedekah laut dan labuhan. Meski saat prosesi berlangsung hujan turun cukup deras, namun
ritual berlangsung lancar.


Prosesi dilakukan di kompleks Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto, dengan seremonial yang dihadiri oleh Wabup Drs H Mulyono, Camat Wates Jumanto SH dan jajaran Muspika serta warga sekitar. Usai pelaksanaan seremonial, puluhan nelayan menggotong sedekah berupa nasi ingkung dan uba rampe hasil bumi lengkap yang diwadahi dengan replika perahu kecil.


Sedekah dibawa dengan sebuah perahu nelayan melalui dermaga yang berjarak sekitar 500 meter dari laut selatan. Diiringi beberapa perahu lain, sedekah dibawa menuju laut melalui pintu masuk pelabuhan. Setelah menerobos ombak yang cukup besar,sedekah dibuang ke laut.


Menurut ketua panitia Winarto, upacara labuhan dimaksudkan untuk memohon keselamatan agar saat melaut mereka diberikan keselamatan. Karena pekerjaan sebagai nelayan banyak menghadapi resiko.


"Disamping itu, juga untuk memohon agar Tuhan memberikan kemurahan rejeki bagi nelayan. Sehingga kehidupan kami di masa mendatang bias lebih baik," tuturnya.Ditambahkan,labuhan tersebut baru pertama kali dilaksanakan oleh nelayan Karangwuni.Pesertanya pun baru satu kelompok. "Di waktu-waktu mendatang kami akan mengundang kelompok lain untuk berpartisipasi agar bisa lebih meriah," ujar mantan Kades Karangwuni tersebut.


Di waktu yang hampir bersamaan warga Desa Bugel, Kecamatan Panjatan juga menggelar upacara tradisional ‘Suran' di petilasan cikal bakal desa Ki Daruna dan Nyi Daruni yang terletak di Pedukuhan X. Pelaksanaan upacara ini juga diguyur hujan. Sehingga kirab peserta yang direncanakan akan dilakukan keliling pedukuhan urung dilaksanakan.


Kirab hanya dilakukan dari titik jalan berjarak sekitar 100 meter. Mereka membawa 2 buah gunungan yang dibuat dari berbagai jenis penganan serta hasil bumi, dan diiringi oleh puluhan kelompok kesenian tradisional.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat Pemprov dan Pemkab. Antara lain, Bupati H Toyo Santoso Dipo, Ketua DPRD Yuliardi SAg, Kepala Dinas Kedudayaan Provinsi DIY Drs Joko Dwiyanto M Hum serta pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Provinsi DIY.


Menurut Kades Bugel Edy Priyono SIP, tradisi Suran di desanya telah dilaksanakan rutin sejak dulu. Tujuannya untuk mengenang jasa cikal bakal dan pelopor pembangunan Desa Bugel Ki Daruno dan Nyi Daruni. "Dengan peringatan ini kami berharap warga akan mewarisi semangat Ki Daruno dan Nyi Daruni dalam upaya membangun desa," katanya.