PEMBANGUNAN RING ROAD BELUM SELESAI

  • 12 Januari 2010 12:50:58
  • 4218 views

Pembangunan jalan lingkar (ring road) barat Kota Wates oleh Pemkab Kulon Progo baru dilaksanakan sepotong. Sebagian jalan bahkan belum dapat digunakan. Untuk menghubungkan jalan tersebut masih menunggu pembebasan tanah.


Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kulon Progo, Ir.Sukoco Senin (11/1) membenarkan bahwa pembangunan jalan lingkar barat belum selesai, dan baru sebagian kecil saja. Namun demikian pembangunan yang dilakukan mengandung makna, Pemkab mempunyai semangat untuk merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut."Kita ingin menunjukkan semangat untuk membangun ring road Wates ini. Dengan harapan ke depan Kota Wates akan berkembang tidak hanya statis saja," terang Sukoco.

Menurutnya, jalan lingkar kota Wates ini akan dibuka mulai dari pedukuhan Sebokarang/Tambak Triharjo ke utara, melewati depan kantor PKB terus ke utara. Karena adanya perlintasan Kereta Api maka akan dibangun fly over (jembatan layang). Menjelang selokan induk irigasi ke timur, kemudian di barat MTsN belok ke utara di barat irigasi RSUD Wates bertemu di lokasi tugu simpang tiga sebelah timur Balai Desa Karangsari atau barat RSUD Wates. Selanjutnya ke utara lewat Tunjungan ke Timur akan bertemu ruas jalan Sentolo-Waduk Sermo simpang tiga Gebangan Pengasih. Hanya saja untuk menyelesaikan pembangunan ini, terkendala dana, sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap. Disamping menggunakan dana APBD Kabupaten, juga berjuang untuk mendapatkan bantuan dana dari Pemprop DIY serta dana APBN.

Sementara Muh Yahrom ST.MT Staf Bidang Bina Marga Dinas PU Kulon Progo menambahkan pada tahun 2009 telah dilaksanakan pembangunan fisik jalan berupa pelebaran jalan raya di Sebokarang Tambak Triharjo ke utara. Adapun panjang jalan tersebut 575 meter, lebar 7 meter dan sudah diaspal, dengan dana Rp.922,8 juta. Ruas jalan yang di aspal terdiri dua tempat, di sebelah selatan panjang sekitar 225 meter, sedangkan ruas lain di sisi utara rel kereta api tepatnya tepi selokan irigasi Kalibawang di Cekelan dengan panjang sekitar 350 meter lebar 7 meter, kondisi sudah diaspal. Uniknya ruas jalan di sebelah utara ini antara ujung barat dan ujung timur terputus siku, sehingga seperti empat persegi panjang. Jalan ini seperti helipad yang ada di persawahan.
"Kalau pembebasan tanah sudah dilaksanakan, akan diusulkan dana pembangunan jalan, kalau belum ada pembebasan tanah tidak diusulkan dana fisik, nanti ndak malah mubazir,"katanya.

Untuk menyambung jalan lingkar ini sekitar 1 km, dananya agak lumayan, sedangkan untuk melintasi rel kereta api dibangun jembatan laying yang diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp.17 milyar, dengan mencari bantuan baik di Propinsi maupun APBN.