SMKN 1 Kokap Gelar Pameran Karya Siswa

  • 12 Januari 2010 12:47:53
  • 3413 views

Meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki SMKN 1 Kokap sebagai sekolah baru yang menerima siswa tahun ajaran 2009/2010, namun mampu menyelenggarakan pameran gelar karya seni kriya yang menawan.
Dua buah ruang kelas yang berukuran 6 x 6 meter yang biasa mereka gunakan untuk belajar mereka sulap sedemikian rupa bak sebuah galeri seni. Sebanyak 16 karya dengan berbagai tema dan ukuran dipajang sebagai wujud kebanggaan mereka terhadap seni kriya.
      Karya-karya yang mereka tampilkan sebagian besar mengambil ceriata dari roman pewayangan yang lekat dengan kehidupan masyarakat kabupaten Kulonprogo yang diselimuti tentang kisah-kisah tentang berbagai tempat di kawasan perbukitan Menoreh.
     Yang lebih membangakan mereka, keberhasilan menggelar pameran gelar karya seni, ternyata disokong dari buah karya mereka yang ternyata dilirik oleh seorang peminat karya seni. Dengan uang Hasil penjualan sebuah lukisan yang berjudul Banyu Perwisa Sari."Kami bangga dengan hasil ini karena merupakan jerih payah siswa-siswi sendiri dalam menciptakan sebuah karya seni," kata kurator sekaligus guru seni kriya SMKN 1 Kokap. Namun ia enggan menyebut berapa harga jual lukisan tersebut dengan alasan tidak etis. Lukisan Banyu Pewita Sari dengan ukuran 140 x 160 cm, menggambarkan pertarungan antara Bima dengan seekor naga air juga turut menghiasi ruang pameran sebagai wujud salah satu karya terbaik siswa-siswi SMKN 1 Kokap dengan banderol terjual. "Khusus lukisan ini dibuat secara kelompok oleh siswa-siswi secara maraton," terang Jati. Semantara disampingnya masih banyak pula karya-karya yang tidak kalah bagus, diantaranya Tabir terkuak, Berburu macam, Bercinta, penjual mainan dan Lapor booooooooooooos.
     Untuk karya karya ini, kata Jati sebuah karya dibuat oleh tiga hingga empat siswa, namuan yang paling membanggakan adalah persiapan yang cenderung singkat yakni hanya memerlukan waktu pengerjaan dua minggu dengan berbagai keterbatasan faslitas yang ada. Mereka menggunakan jam efaktif sekolah sebagai tuntutan proses belajar mengajar yang mengutamakan pelajaran praktek. Dengan keterbatasan ruangan yang hanya cukup untuk mengerjakan tiga atau empat karya, mereka juga rela belajar di emperan ruangan kelas.
     Jati mengatakan kegiatan gelar karya ini dalam rangka menyambut hadirnya semester genap tahun ajaran 2009/2010. Kegitan ini merupakan awal pijakan SMKN 1 Kokap memasuki dunia pendidikan yang berorientasi pada industri kreatif yang akan terus dilaksanakan tiap semester.
     Rubiyanto, salah seoarang siswa SMKN 1 Kokap mengaku merasa bangga meskipun dengan minimnya segala fasilitas mampu tampil beda dengan sedikit bergaya. Ia berharap dengan gelar karya mampu memasyarakatkan karya seni kriya lebih dikenal masyarakat luas. "Kami hanya berharap masyarakat akan menilai positif terhadap karya-karya yang kami hasilkan, kegiatan seperti ini juga salah satu kegiatan yang paling ditunggu siswa-siswi sehingga kami pun menjadi lebih bersemangat terus membuat karya yang lebih bagus," harapnya