KSAU Dukung Pembangunan Bandara di Kulonprogo

  • 16 November 2009 12:49:11
  • 3331 views

Kepala Staff TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Madya Imam Sufaat mendukung rencana pembangunan Bandar Udara (bandara) di Kulonprogo. Hanya saja untuk merealisasikannya, diperlukan kajian dan anggaran yang tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat.

“Sebagai warga asli Wates, saya sangat mendukung rencana pembangunan bandara ini,” jelas Imam Sufaat, saat melakukan ramah tamah dengan bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo di rumah dinas bupati kemarin.

Kedatangan orang nomor satu di Kulonprogo ini bukan dalam rangka kunjungan dinas. Namun lebih kepada acara keluarga, yang rutin dilaksanakan setiap tahun. KSAU datang di Kulonprogo untuk melakukan ziarah ke makam kedua orang tuanya yang dimakamkan di Pemakamam umum Triharjo Wates. Usai dari sanalah, KSAU beramah tamah, dengan bupati dan unsur muspida plus. acara keluarga sendiri dilaksanakan di rumah Siti Suharti (kakak tertua), di Wetan Pasar, Wates.

Menurut Imam Sufaat, untuk merealisasikannya gagasan ini, bupati bersama gubernur harus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab sampai saat ini wacana ini belum terekspose di pusat, termasuk di jajaran TNI AU. Nanti, pada akhir bulan mendatang, dirinya juga akan melakukan pertemuan dengan gubernur, untuk membahas masalah bandara Adisucipto.

“Kita belum tahu, apakah pertemuan ini juga membahas rencana pembangunan di Kulonprogo atau hanya masalah perluasan bandara Adisucipto,” tuturnya.

Kondisi bandara Adisucipto, kata dia, sudah sangat padat dan sulit dilakukan perluasan secara maksimal. Konsep awal bandara ini dirancang untuk pendidikan dan militer, bukan sebagai bandara komersial. Diprediksi pada 2020 mendatang, bandara ini sudah tidak bisa digunakan untuk jalur penerbangan umum.

“Untuk membangun bandara butuh kajian, dari sisi anggaran maupun secara teknis,” tegasnya.

Sementara itu, bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo mengaku saat ini telah memiliki hasil feasibility studi pembangunan bandara. Studi ini dilaksanakan bersama dengan pemerintah Cheko. Dari tujuh titik di kawasan pantai selatan DIY dan Jawa Tengah, pesisir selatan Kulonprogo yang paling tepat. Ada dua lokasi yang dipilih, yakni di sekitar Bugel, Trisik.

“Kita sudah koordinasi lagi, untuk penyusunan DED (detail engineering design bandara,” tegas bupati.

Pada pertemuan ini,bupati juga menjelaskan beberapa konsep pembangunan di kawasans elatan yang akan disinergiskan dengan pembangunan bandara. Salah satunya pembangunan pelabuhan ikan, di muara Sungai Serang yang akan difungsikan akhir tahun.

Kepala Bappeda Kulonprogo, Budi Wibowo yang dikonfirmasi terpisah, kawasan selatan Kulonprogo akan menjadi kawasan campuran (mix use space). Artinya di kawasan selatan akan dikembangkan beberapa usaha, mulai dari pertanian, bandara, hingga penambangan pasir besi. Pembagian kawasan ini akan disusun dalam rencana tata ruang dan tata wilayah.

“Antara bandara dan penambangan tidak akan saling mengganggu, dan bisa dikoordinasikan,” tuturnya.