02 Apr 2020

Ubah Limbah Menjadi Air Bersih, Bupati Apresiasi Desa Batik Sehat

Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo meresmikan Desa Batik Sehat yang terletak di Desa Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Rabu (22/01/2020). Desa Batik Sehat ini didirikan kerjasama antara Universitas Gajah Mada (UGM) dan Bank Mandiri serta masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai pengrajin batik.

Menurut Roto Narto Utomo selaku Peneliti Kimia Analitik FMIPA UGM menyatakan hadirnya Desa Batik Sehat ini untuk menciptakan rumah produksi batik yang ramah lingkungan.

“Melalui Desa Batik Sehat ini, kami ingin menciptakan rumah produksi batik yang ramah lingkungan. Tidak banyak menghasilkan limbah, malah justru limbah tersebut bisa kita gunakan lagi,” tutur Roto.

Seperti yang kita ketahui, produksi batik seringkali menimbukan banyak limbah layaknya tinta. Jika dibiarkan menurut Roto hal tersebut bisa menimbulkan penyakit bagi manusia. Karena tinta yang dibuang akan masuk ke dalam tanah dan tercampur dengan air yang ada di sumur-sumur masyarakat.

“Limbah hasil produksi batik di Desa Batik Sehat ini akan diolah menggunakan sebuah alat yang akan mengubah limbah air tinta tersebut menjadi air bersih kembali,” tambah Roto.

Menanggapi hal tersebut, Sutedjo berterimakasih kepada UGM atas partisipasinya dalam memberikan pemahaman limbah batik kepada masyarakat Kulon Progo.

“Saya berterimakasih kepada UGM melalui partisipasinya dalam memberikan pemahaman pengelolaan limbah batik kepada masyarakat Kulon Progo khususnya di Desa Batik Sehat ini,”

Lebih lanjut, Sutedjo berharap sentral batik yang berada di Kapanewon Lendah ini bisa berkembang dengan sebaik-baiknya dan tidak mengabaikan aspek kesehatan masyarakat sekitar.

Oleh sebab itu, hadirnya Desa Batik Sehat ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan menaikan produktivitas batik di tempat tersebut. MC Kulon Progo/Str/Iyn.

Tags :  
kulonprogo
 
limbah batik
 

Berita Terkait

SubDomain