21 Feb 2020

AUDIENSI DENGAN BUPATI, BPS PAPARKAN ANGKA KEMISKINAN HINGGA SENSUS PENDUDUK 2020

Audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berlangsung di Gedung Menoreh, Senin (13/01/2020). Acara tersebut dihadiri Bupati, Kepala BPS Kulon Progo dan perwakilan OPD.

Kepala BPS Kulon Progo Sugeng Utomo mengatakan kami melakukan pertemuan dengan jajaran pejabat dilingkungan Pemkab Kulon Progo terkait pelaksanaan sensus Penduduk 2020 yang akan dilakukan pada Februari sampai Maret memdatang.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kulon Progo Fredy Tajekden, SST, M.Si, saat pemaparan menyampaikan, berbagai macam data statistik terkini untuk Kabupaten Kulon Progo. salah satu indikator yang dibahas adalah kemiskinan.

Menurut Fredy, Kabupaten Kulon Progo sangat konsisten penurunan angka kemiskinannya dibandingkan wilayah administarsi lain yang ada di DIY.

“Dalam kurun waktu empat tahun yaitu 2015-2019, Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah yang paling konsisten penurunan angka kemiskinannya dibandingkan wilayah lain yang ada di DIY,” tutur Fredy.

Fredy juga mengungkapkan pada tahun 2019, indeks kemiskinan yang ada di Kabupaten Kulon Progo turun sebanyak 1%. 

Hal ini yang menjadi perhatian Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo. Menurut Sutedjo, menurunnya indeks kemiskinan yang ada di Kabupaten Kulon Progo dirasa belum cukup.

Beliau menargetkan indeks kemiskinan bisa turun melebihi angka 1% pada tahun 2020.

“Saya harap turunnya angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Kulon Progo bisa lebih dari 1%. Setiap tahun selalu seperti itu. Saya harapkan tahun-tahun berikutnya bisa lebih dari itu” tegas Sutedjo.

Sutedjo menargetkan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Kulon Progo bisa turun hingga 3%. Beliau mengharapkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan hal tersebut.

Selain pemaparan data statistik, BPS juga mengemukakan rencana Sensus Penduduk (SP) 2020, sensus kali ini akan mencakup seluruh keluarga dan penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang bertempat tinggal dalam wilayah teritorial Indonesia, termasuk wilayah teritorial Indonesia di luar negeri.

Pada tahun ini, sensus penduduk akan menggunakan sistem online. Dengan sistem tersebut, masyarakat hanya perlu mengisi data pribadi seperti Nama, NIK, Alamat, Jumlah Keluarga, Status, hingga Pekerjaan.

Menanggapi hal tersebut, Sutedjo menyatakan kesiapannya dan akan mengerahkan seluruh jajaran Pemerintahan yang ada untuk mensukseskan Sensus Penduduk 2020.

“Pemkab Kulon Progo siap untuk membantu dan mendukung sensus penduduk 2020. Kami akan mengeluarkan instruksi kepada jajaran Pemkab hingga ke tingkat Rt,” tegas Sutedjo.

Sesuai rencana, Sensus Penduduk pada tahun 2020 ini akan berlangsung pada 15 Februari s/d 31 Maret 2020. MC Kulon Progo/Std/Iyn.

Tags :  
Kulonprogo
 
bps kulonprogo
 

Berita Terkait

SubDomain