23 May 2019

PROGRAM AIR BERSIH TERKENDALA LETAK GEORAFIS

Dalam rangka mendekatkan akses air bersih di masyarakat melalui program kesehatan Yayasan Gugah Nurani Indonesia bekerja sama dengan Pemkab Kulon Progo meresmikan pembangunan sumur dan fasilitas air bersih di dusun Muten Pendoworejo Kecamatan Girimulyo Kulon Progo. Selasa (12/3/2019) diresmikan oleh Bupati Kulon Progo dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Yayasan Gugah Nurani Indonesia memiliki beberapa program yang terdiri dari Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi. Khusus untuk kesehatan gugah nurani membangun sumur dan fasilitas air bersih di dusun Muten untuk 23 kepala keluarga (KK) dan satu kelompok bermain (KB) yang menerima manfaat.

Ditemui dalam peresmian tersebut Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyampaikan terima kasih bantuan fasilitas air bersih dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia di dusun Muten.

“Tugas kami ini diringankan oleh gugah nurani karena sudah dibantu membangun saluran air bersih. Saya kira ini tugas pemerintah tapi pemerintah tidak dapat mencakup semua sampai hal yang kecil ini, kadang masih kelewatan,” kata Hasto.

Hasto Wardoyo menambahkan air bersih ini sangat penting kebutuhan sangat dasar menjadi bagian fundamental untuk kesehatan. Sehingga kalau air bersih cukup, kesehatan menjadi baik. Karena program Pamsimas di Kulon Progo untuk tahun ini belum sampai di dusun Muten.

“Harapanya kalau air bersih ini cukup kadang – kadang mereka kreatif mendaur ulang air, membuat kolam dan lain sebagainya sehingga lingkungannya menjadi hijau. Saya kira itu bagian dari program secara keseluruhan bahwa sanitasi tercapai di semua rumah tangga teraliri air bersih dan lingkungan sehat,” jelasnya.

Selain itu Ari Purnama Nugraha selaku manajer Yayasan Gugah Nurani Indonesia menambahkan terdapat kendala karena letak georafis di desa Pendoworejo. Jadi hanya dapat satu sumur yang dibangun dan dialirkan ke warga karena letak desa di perbukitan jadi sasaranya per pedukuhan.

“Air bersih ini harapanya dapat meningkatakan prilaku atau kesadaran dari masyarakat mengenai hidup bersih dan sehat melalui sanitasi total berbasis masyarakat,” kata Ari.

Lebih lanjut menambahkan demi keberlangsungan dari program air bersih sangat penting partisipasi warga. Selanjutnya kami menginisiasi kepada warga agar membentuk kelompok pengelola air.

“Nantinya kelompok pengelola air dan kelompok tersebut nantinya sebagai pengurus air dan warga dianjurkan untuk membayar agar dapat menggunakan air tersebut, iuran ditetapkan berdasarkan musyawarah warga,” jelasnya.  

Selama ini warga dusun Muten mengambil air bersih dari sumber mata air memakai jerigen. Dengan cara memikul atau mengendong dengan jarak 500 meter. Sebelumnya dusun tersebut pernah mendapat bantuan dari Dinas Kehutanan pembuatan penampung air untuk dialirkan melalui kran namun hanya terbatas.

 

 

Tags :  
Kulon Progo
 
Peresmian
 
Air bersih

Berita Terkait

SubDomain