23 May 2019

BUDAYA LITERASI DI KULON PROGO MASIH MINIM

Perpustakaan Nasional RI pada 2019 ini melaksanakan kegiatan kampanye gemar membaca dalam bentuk Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca 2019 di Provinsi dan Kabupaten/Kota seIndonesia. Dengan mengambil tema "Pustakawan berkarya mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat".

Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca hadir di Kabupaten Kulon Progo di ruang Adikarto komplek Pemda Kulon Progo. Rabu (6/3/2019). Dengan mengundang siswa, guru SMP dan SMA serta para pustakawan seKulon Progo.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kulon Progo dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K)., Kepala Dindikpora Drs. Sumarsana, M.Si. Sebagai narasumber Kepala Perpusnas RI Drs. Muh. Syarif Bando, MM., Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Dra. Monika Nur Lastiyani, MM., Kepala DPK Kulon Progo Drs. HR Agus Santosa MA., dan jajaran Forkopimda.

Dalam sambutanya Bupati Kulon Progo mengucapkan terima kasih atas kehadiran kepala Perpustakaan Nasional RI, Kepala BPAD DIY dalam acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kulon Progo.

“Kami mengharapkan safari ini ada penyemangat dan nasehat dari kepala Perpustakaan Nasional RI. Mengenai gemar membaca, kami menyadari penuh membaca adalah kunci dari kesuksesan kita,” kata Hasto.

Bupati Kulon Progo menambahkan beberapa hal mengenai literasi kita masih sangat rendah, oleh karena itu berharap generasi muda ini dapat memberikan kontribusi.

Sementara itu Kepala Perpusnas RI Muh. Syarif Bando dalam sambutannya mengatakan pada 2018 Indonesia masuk urutan 16 dalam gerakan gemar membaca menurut universitas di London dalam 30 negara yang di survei.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah melalui provinsi dan kabupaten untuk melakukan upaya menumbuhkan gerakan gemar membaca,” kata Syarif

Syarif menambahkan membicarakan tentang literasi perlu adanya kesadaran untuk membaca, dengan banyak membaca kita dapat ide – ide baru. "Kita harus merubah paradigma masyarakat tentang perpustakaan yang selama ini adalah hal yang ekslusif, kita harus merubah paradigma tersebut agar perpustakaan dapat dikenal luas oleh masyarakat,” kata Syarif.

Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang dikemas dalam sebuah talkshow juga menghadirkan narasumber Ketua Perpusdes Sidodadi Kokap, Tri Haryono, SH., MM. Dalam talkshownya Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani menyampaikan agenda yang dilkasanakan dari Perpustakaan Nasional ini sangat menggembirakan.

“Agenda yang dilaksanakan untuk memasyarakatkan gemar membaca masih sangat kita perlukan, harapan kami membaca menjadi kebiasaan, sehingga ada niat dan dorongan membaca buku, harapannya jika mempunyai ilmu dan kemampuan untuk dapat dibagikan kepada orang lain,” kata Monika.

Tri Haryono menambahkan untuk tidak bosan - bosannya mengingatkan untuk membaca terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa, baik buku sekolah atau umum sehingga membaca sebagai gaya hidup.

 

Tags :  
Kulon Progo
 
Literasi
 
Sosialisasi
 
Gemar membaca
 

Berita Terkait

SubDomain