19 Aug 2019

PENGENTASAN KEMISKINAN YANG BELUM MAKSIMAL DI INDONESIA

A.         PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang  Masalah

           Kemiskinan Merupakan masalah global,  sebagai orang yang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif , sementara yang lain nya melihat nya dari segi moral dan evaluatif, dan lain nya lagi melihat nya dari sudut ilmiah yang telah mapan .Istilah “ negara berkembang “ biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara – negara yang “ miskin “ .

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara .Pemahaman utamanya mencakup :

-          Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari – hari ,sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan . kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang – barang dan pelayanan dasar

-          Gambaran tentang kebutuhan sosial , termasuk keterkucilan sosial , ketergantungan , dan ketidak mampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat . Hal ini termasuk pendidikan dan informasi . Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan , karena hal ini mencakup  masalah – masalah politik dan moral , dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi

-          Gambaran tentang kurang nya penghasilan dan kekayaan yang memadai . makna “ memadai “  disini sangat berbeda – beda melintas bagian – bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.          

Sedangkan kepala bidang pusat statistik , Rusman Heriawan mengatakan seseorang di anggap miskin apabila dia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimal . kebutuhan hidup minimal itu adalah kebutuhan untuk mengkonsumsi makanan dalam takaran 2100 kilo kaliori per orang per hari dan kebutuhan minimal non makanan seperti perumahan , pendidikan , kesehatan dan transportasi .” jadi ada kebutuhan makanan dalam kalori dan kebutuhan non makanan dalam rupiah . kalau rupiah nya yang terakhir adalah RP.182.636 per orang per bulan ,”kata Rusman Heriawan kepada BBC . Dengan definisi itu , jumlah penduduk miskin di indonesia tahun 2008 mencapai sekitar 35.000.000 jiwa .

           Angka itu merupakan angka hasil survei sosial ekonomi nasional , susenas dengan sampel hanya 68.000 rumah tangga padahal jumlah rumah tangga di indonesia mencapai 55.000.000 . Menurut ahli statistik dan Institut Teknologi surabaya , Kresnayana yahya , cara pandang pemerintah terhadap kemiskinan tidak mencerminkan realitas .

              “ Ada yang tidak diperhitungkan , perusak perusak kalori . Orang merokok yang bisa enam sampai tujuh batang . Itu sebenarnya negatif  . Dia bisa mengatakan belanjanya sekian , tetapi didalam nya ada enam tujuh batang rokok “ kata krenasyana yahya

2.      Mengukur kemiskinan

    Kemiskinan bisa di kelompokkan dalam dua kategori , yaitu kemiskinan absolut dan kemiskina relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standart yang konsisten , tidak ter pengaruh oleh waktu dan tempat atau negara . sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah presentase dari populasi yang makan di bawah jumlah yangb cukup menopangb kebutuhan hidup manusia ( kira – kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki – laki dewasa ) .

            Bank Dunia Mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD S1/ hari dan kemiskinan menengah untu pendapatan dibawah S2 per hari , dengan batasan ini maka di perkirakan pada 2001 1,1 miliar orang di  dunia mengkonsumsi kurang dari S1 per hari dan 2,7 miliar orang di dunia mengkonsumsi kurang dari S2 per hari .” proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem telah turun dari 28 % pada tahun 1990 menjadi 21 % pada tahun 2001 . melihat pada periode 1981 - 2001 , presentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah gari kemiskinan  S1 dolar / hari telah berkurang separuh . Tetapi nialai dari S1 juga mengalami penurunan dalam kurun aktu tersebut

            Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia berkembang ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region . Di negara –negara maju , kondisi ini menghadirkan kaum tunawisma yang berkelana kesana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin . kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin , atau kelompok orang – orang miskin , dan dalam pengertian ini ke seluruh negara kadang – kadang dianggap miskin . untuk menghindari stigma ini , negara – negara ini biasa nya di sebut sebagai negara berkembang.

3.      Penyebab kemiskinan

Kemiskinan banyak di hubungkan dengan :

-          Penyabab individual , atau patologis , yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku , pilihan  atau kemampuan dari si miskin

-          Penyebab keluarga , yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga

-          Penyebab sub – budaya ( “subcultural”) yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari – hari , di pelajari atau di jalankan dalam lingkungan sekitar

-          Penyebab agensi , yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain termasuk perang , pemerintah dan , ekonomi

-          Penyebab struktural , yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial

Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan , namun di amerika serikat ( negara terkaya perkapita ) misal nya memiliki jutaan masyarakat yang di istilahkan sebagai pekerja miskin ; yaitu orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik , namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan

4.      Kemiskinan di Indonesia

           Pengentasan kemiskinan tetap merupakan salah satu masalah yang paling mendesak di indonesia . Jumlah penduduk Indonesia yanghidup dengan penghasilan kurang dari AS S2 per hari hampir sama dengan jumlah total penduduk yang hidup dengan penghasilan dari AS S2 per hari dari semua negara di kawasan asia timur kecuali cina . Komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah ( RPJM ) 2005 – 2009 yang di susun berdasar strategi nasional penanggulangan kemiskinan ( SNPK ) . di samping turut menandatangani tujuan pembangunan milenium ( atau milenium development goals ) untuk tahun 2015 dalam RPJM nya pemerintah telah menyusun tujuan – tujuan pokok dalam pengentasan kemiskinan untuk tahun 2009 , termasuk target ambisius untuk mengurangi angka kemiskinan dari 18,2% pada tahun 2002 menjadi 8,2 % pada tahun  2009 walaupun angka kemiskinan nasional mendekati kondisi seblum kritis , hal ini tetap berarti bahwa sekitar 40 juta orang saat ini hidup di bawah garis kemiskinan . Lagi pula , walaupun indonesia sekarang merupakan negara berpenghasilan menengah , proporsi penduduk yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS S2 per hari

           Ada 3 ciri yang menonjol dari kemiskinan  di indonesia . Pertama banyak rumah tangga yang berada di sekitar garis kemiskinan nasional , yang setara dengan PPP AS S1,55 per hari , sehingga banyak penduduk yang meskipun tergolong tidak miskin tetapi rentan terhadap kemiskinan . Kedua , Ukuran kemiskinan di dasarkan pada pendapatan , sehigga tidak menggambar kan batas kemiskinan sebenar nya . Banyak orang yang mungkin tidak tergolong ( miskin dari segi pendapatan ) dapat di kategorikan sebagai ,miskin atas dasar serta rendah nya indikator – indikator pembangunan manusia . Ketiga mengingat sangat luas dan beragam nya wilayah di indonesia , perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di indonesia ,

1.      Banyak penduduk di indonesia rentan terhadap kemiskinan . Angka kemiskinan nasional  sejumlah besar penduduk yang hidup sedikit saja di atas garis kemiskinan nasional .Hampir 42 persen dari seluruh rakyat

2.      Kemiskinan dari segi non – pendapatan adalah masalah yang lebih serius di bandingkan dari kemiskinan dari segi pendapatan . Bidang – bidang khusus yang patut di waspadai adalah :

-          Angka gizi buruk ( malnutrisi ) yang tiggi dan bahkan meningkat pada tahun – tahun terakhir : seperempat anak di bawah usia lima tahuun menderita gizi buruk di indonesia , dengan angka gizi buruk tetap sama dalam tahun – tahun terakhir kendati telah terjadi penurunan angka kemiskinan .

-          Kesehatan ibu yang jauh lebih buruk di bandingkan dengan  negara – negara negara – negara di kawasan yang sama , angka  kematian ibudi indonesia adalah 307 ( untuk 100.000 kelahiran hidup ) tiga kali lebih besar dari vietnam dan enam kali lebih besar dari cina dan malaysia hanya sekitar 72 persen persalinan di bantu oleh bidan terlatih

-          Lemah nya hasil pendidikan . angka melanjutkan dari sekolahdasar ke sekolah menengah masih rendah , khusus nya di antara penduduk miskin : di antara kelompok umur 16 – 18 tahun pada kuintil terkaya adalah 89 persen untuk kohor yang sama

-          Rendah nya akses terhadap air bersih khusus nya di antara penduduk miskin . Untuk kuintil yang paling rendah , hanya 48 persen yangb memiliki akses air bersih di daerah pedesaan sedangkan untuk perkotaan 78 persen

-          Akses terhadap sanitasi merupakan  bmasalah sangat penting . Delapan puluh persen penduduk miskin di pedesaan dan 59 persen penduduk miskin di perkotaan tidak memiliki akses terhadap tangki septik , sementara itu hanya kurang dari 1 persen dari seluruh penduduk indonesia yang terlayani oleh saluran pembuangan kotoran berpipa.

3.      Perbedaan antar daerah yang besar di bidang kemiskinan . Keragaman antar daerah merupakan ciri khas indonesia , di antara ya tercerminkan dengan adanya perbedaan antara daerah pedesaan dan perkotaan . Di pedesaan Terdapat sekitar 57 persen dari orang miskin di indonesia yang juga seringkali tidak mamiliki akses terhadap pelayanan infrastruktur dasar hanya sekitar 50 persen masyarakat miskin di pedesaan mempunyai akses terhadap sumber air bersih

Dibandingkan dengan 80 persen bagi  masyarakat miskin di perkotaan . Tetapi yang penting dengan melintasi kepulauan indonesia yang sangat luas akan di temui perbedaan dalam kantong – kantong kemiskinan di dalam daerah itu sendiri

5.Prioritas untuk pengentasan kemiskinan strategi pengentasan kemiskinan yang efektifbagi indonesia terdiri dari 3 komponen :

-          Membuat pertumbuhan ekonomi bermanfaat bagi rakyat miskin

-          Membuat layanan sosial bermanfaat bagi rakyat miskin

-          Membuat pengeluaran pemerintah bermanfaat bagi rakyat miskin

Sebagai kesimpulan , masalah keiskinan indonesia yang terus ada dan bersifat khas , di gabung dengan prioritas pemerintah dan kempuan fiskal untuk menanganinya , Indonesia saat ini berada dalam posisi untuk meraih kemajuan yang berarti dalam upaya mengentaskan kemiskinan pertanyaan nya adalah : dari mana semua harus di mulai ? berbagai tindkan di perlukan di beberapa bidang untuk menangani 4 butir penting dalam pengentasan kemiskinan di indonesia yaitu

a.      Mengurangi kemiskinan dari segi pendapatan melalaui pertumbuhan

b.      Memperkuat kemampuan sumber daya manusia

c.       Mengurangi tingkat kerentanan dan resiko di antara rumah tangga miskin, dan

d.      Memperkuat kerangka kelembagaan untuk melakukan nya dan membuat kebijakan publik lebih memihak masyarakat miskin

Mengingat ke empat butir tersebut di atas , maka ada 16 tindakan berikut merupakan prioritas untuk dilakukan dengan segera . Ke 16 tindakan itu yaitu :

1.      Hapuskan larangan impor beras

2.      Lakukan investasi di bidang pendidikan dengan fokus pada perbaikan akses dan keterjangkauan sekolah menengah serta perlatihan keterampilanbagi masyarakat miskin , sambil terus meningkatkan mutu dan efisiensi sekolah dasar

3.      Lakukan investasi di bidang kesehatan dengan fokus pada perbaikan mutu layanan kesehatan dasar ( oleh pemerintah dan swasta ) dan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan

4.      Suatu upaya khusus diperlukan untuk menangani angka kematian ibu yang sangat tinggi di indonesia

5.      Perbaiki mutu air bagi masyarakat miskin dengan menggunakan strategi berbeda antara daerah pedesaan dengan perkotaan

6.      Tangani krisis sanitasi yang di hadapi indonesia dan masyarakat miskin nya

7.      Luncurkan program berskala besar untuk melakukan investasi pembangunan jalan desa

8.      Perluas ( sampai tingkat nasional ) pendekatan pembangunan berbasis masyarakat ( CDD ) Indonesia yang sangat sukses

9.      Pengembangan secara utuh sistem jaminan sosial komprehensif yang mampu menangani resiko dan kerentanan yang di hadapi oleh masyarakat miskin dan hampir miskin

10.  Revitalisasi pertanian melalui investasi di bidang infrastruktur dan membangun kembali riset dan penyuluhan

11.  Memperlancar sertifikasi tanah dan memanfaatkan kembali tanah gundul dan tidak subur untuk penggunaan yang produktif

12.  Membuat peraturan ketenaga kerjaan yang lebih fleksibel

13.  Perluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat miskin dan tingkatkan akses usaha mikro dan kecil pinjaman komersial

14.  Perbaiki fokus kepada kemiskinan dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat nasional untuk penyediaan layanan

15.  Jalankan program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam merencanakan , menganggarkan dan melaksanakan program pengentasan kemiskinan

16.  Perkuat monitoring dan kajian terhadap program pengentasan kemiskinan

 

6.      Banyak Program Namun Kemiskinan Tetap Tinggi

Ketika program subsidi langsu

Ng tunai ( SLT ) berakhir banyak yang menduga angka kemiskinan meningkat di 2007 . Bank Dunia , Misal nya , pada laporan World Bank East Asia Update yang di lansir november 2006 memperkirakan angka kemiskinan tahun depan akan meningkat setelah berakhir nya program SLT.” Program Subsidi  angka kemiskinTunai Bersyarat yang akan di mulai tahun depan akan terlalu kecil untuk meredam dampak berakhir nya SLT “ kata  laporan itu

      Kajian Tim Indonesia Bangkit Lebih kritis lagi . Gabungan pengamat ekonomi di tim itu menilai angka kemiskinan pasti meningkat di tahun ini mengingat daya beli rakyat yang terus merosot lalu karena berakhir nya   SLT , dan tak terkedalinya harga kebutuhan pokok seperti kenaikan harga beras  dan minyak goreng serta banjir di beberapa daerah .

      Angka kemiskinan hanya akan turun dengan 2 kemungkinan melakukan perubahan dan rekayasa metodologi perhitungan . kedua melakukan perubahan atau pembersihan sempel data , yang merupakan cara sangat fulgar dan manipulatif serta memalukan baik secara moral atau intelektual tutur  pengamat ekonomi imam sugema.Namun di luar dugaan angka kemiskinan justru turun 2,13 juta orang dari tahun lalu . dengan perubahan garis kemiskinan dari Rp 151.997per kapita per bulan menjadi Rp 166.697 per kapita per bulan . besar kecil nya jumlah penduduk miskin sangat di pengaruhi garis kemiskinan karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata – rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah garis kemiskinan

      Badan Pusat Statistik ( BPS ) menyebutkan kenaikan pendapatan masyarakat yang berada di garis kemiskinan itu meningkat di bandingkan kenaikan harga bahan pokok . Di samping itu  walau harga beras naik, namun di imbangi dengan di gelontorkan nya program beras bagi masyarakat miskin . BPS Menilai walaupun SLT berakhir tetapi banyak penduduk miskin yang dapat menggunakan duit yan berasal dari SLT untuk bekerja informal . Terkait kemiskinan ini analisa Bank Dunia Menunjukan , perbedaan antara orang miskin dan yang hampir miskin di indonesia sangat kacil .

      Kerentanan untuk jatuh miskin sangat tinggi di indonesia . Bank Dunia Menyebutkan , ada 3 ciri menonjol dari kemiskinan di indonesia  . Pertama banyak rumah tangga yang berada di sekitar gari kemiskinan yang setara dengan pendapatan perkapita US S 1,55 per hari.sehingga banyak penduduk  yang meskipun tergolong tidak miskin rentan terhadap kemiskinan

       Kedua ukuran kemiskinan di dasarkan pada pendapatan sehingga tidak menggambarkan batas kemiskinan yang sebenar nya . Banyak orang yang mungkin tidak tergolong miskin Dari segi pendapatan tapi di kategorikan sebagai miskin atas dasar kurang nya akses terhadap pelayanan dasar . Serta rendah nya indikator – indikator pembangunan manusia .

         Ketiga, mengingat sangat luas dan beragam nya wilayah indonesia , perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di indonesia

          Sedangkan dana yang di kucurkan untuk program kemiskinan di nilai tidak menyentuh langsung ke permasalahan kemiskinan . Anggaranj kemiskinan sebesar Rp 54 triliyun din 2007 dan Rp 62 triliyun di 2008 meurut imam sugema dari nilai Rp  54 triliyun itu yang langsung bersentuh dengan kemiskinan hanya Rp 5 triliyun . Meski demikian , walau dari sisi statistik kemiskinan di insonesia turun , tetapi kenyataan nya kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan miskin di indonesia masih tajam .

          Besar nya jumlah penduduk miskin itu , karena masih besar nya angka pengangguran di indonesia . Tidak terserap nya angkatan kerja , memang di sebab kan lambat nya laju eks pansi sektor usaha . data BPS menunjukkan jumlah angkatan kerja di indonesia pada februari 2007 mencapai 108,13 juta orang atau bertambah 174 juta orang di banding angkatan kerja agustus 2006 yang tercatat 106,39 juta . Daari penambahan angkatan kerja itu jumlah penduduk indonesia yang bekerja pada februari tahun ini mencapai 97,58 juta orang, dengan begitu jumlah pengangguran di indonesia masih mencapai 10,55 juta orang hingga februari 2007 .

           Bagaimanapun juga , jika pemerintah masih belum mampu menggerakkan sektor ril , maka pengangguran masih akan membengkak karena angkatan kerja terus bermunculan dan jumlah penduduk yang belum bisa di atasi seperti terlihat pada data periode maret 2006 populasi penduduk sebesar 221,328 juta orang menjadi 224,177 juta orang di 2007 .

          Tugas berat bagi pemerintah saat ini maupun pemerintah selanjut nya memang mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran . Tentu kita mengharapkan , pemimpin – pemimpin negara ini tidak lagi ter pecah – pecah dengan beragam keinginan partai melain kan menjadi satu untuk bersama sama mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran ini.

                                                                                                        

 

 

 

                                                                                                 Oleh :

                                                                                                      Kasriyati, S.Pd. M.Si

Penyuluh Keluarga Berencana ( PKB )

Kecamatan  Wates Kabupaten Kulon Progo

Tags :  
artikel

Berita Terkait

SubDomain