24 Apr 2019

Kabupaten Brebes Belajar Rasda dari Kulon Progo

Keberhasilan pemerintah kabupaten Kulon Progo dalam pengadaan Rasda untuk mensuplai beras Bulog dalam memenuhi kebutuhan raskin atau rastra menarik perhatian pemkab Brebes Propinsi Jawa Tengah. Rombongan pejabat kabupaten yang terkenal dengan Brambang dan telur asin ini dipimpin
Asisten Pemerintahan dan Sosial H.Athoillah,SE, di terima Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan drh.RR Endang Purwaningrum Titi Lestari, di ruang Menoreh Pemkab Kulon Progo Rabu sore (5/4).
Turut mendampingi jajaran pejabat pemkab Brebes, Asisten
Ekonomi dan Pembangunan Muhammad Iqbal, Kadinas Sosial Samsul Qomar, kadinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Budiharjo. Sedangkan pemkab Kulon Progo Kadinas Pertanian dan Pangan Ir.Bambang Tri Budi Harsono,MM, Kadinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs.Eka Pranyata, serta dari manajemen Airku PDAM Kulon Progo.
"Kabupaten Brebes dengan jumlah penduduk 2 juta versi Dinas
Kependudukan dan Capil, sedang BPS tercatat 1,8 juta terbesar di Propinsi Jawa Tengah, sedangkan luasannya no dua setelah Cilacap, jumlah kemiskinan mencapai 19,76 persen hampir sama dengan kabupaten Purbalingga yang 19 persen, namun kalau di lihat warga miskinnya mencapai 355.000 orang, menjadi yang terbanyak di Jawa Tengah,"terang Athoillah.
Menurutnya dengan jumlah kemiskinan yang tinggi ini menjadi
pekerjaan serius bagi pemkab Brebes untuk menurunkan kemiskinan oleh Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Kulon Progo terkait Rasda ini salah satunya yang ingin dipelajari, pemkab Brebes.
Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan
drh.RR Endang Purwaningrum Titi Lestari mengatakan bahwa proses mewujudkan Rasda ini cukup panjang melalui berbagai diskusi dengan Bulog serta dukungan dari sebuah LSM yang peduli dengan kemandirian pangan. Dengan di latar belakangi oleh kondisi raskin yang kurang enak, remuk dan berkutu,
disisi lain Kulon Progo surplus beras. Sehingga semangat kemandirian untuk mensejahterakan petani melalui Gapoktan - gapoktan inilah yang didorong mewujudkan beras daerah/ rasda. Selain rasda dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Airku yang di produksi oleh PDAM Kulon Progo.
Usai menerima paparan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi dan luar biasa dengan adanya rasda tersebut.
"Ini sungguh luar biasa dan sangat apresiasi dengan inovasi
pemkab Kulon Progo terhadap Rasda, karena sebetulnya sangat sulit untuk meyakinkan Bulog yang sudah mempunyai SOP sendiri terkait cadangan pangan ini,"terang Iqbal.

 

 

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain