02 Apr 2020

Memotivasi Anak, Ai Athi Ajak Anak-anaknya Bertemu dan Berguru Dokter Hasto

Menginginkan anak-anaknya, menjadi anak yang baik dan termotivasi, Ai Athi St Rohmah warga Pedukuhan Klumutan Srikayangan Sentolo mengajak anak-anaknya untuk bertemu, berdialog, belajar dan berguru kepada Bupati Kulon Progo.

"Ilmu yang ampuh itu dengan praktek. Dengan belajar kepada yang terbaik, diharapkan dapat lebih meningkatkan prestasi anak" demikian disampaikan Ai Athi seusai menghadap Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) pada forum open house di Rumah Dinas Bupati, Kamis (10/9/2015).

Ai Athi bersemangat mengantar anak-anaknya karena ingin anak-anaknya termotivasi dan memiliki semangat dalam meningkatkan prestasi, dan belajar dari orang-orang yang terbaik yang ada.

"Ingin sedapat mungkin merubah anak yang tadinya tidak berani jadi lebih berani. Salah satu mengubahnya dengan tindakan. Ini salah satu yang saya lakukan" jelas Ai Athi yang saat ini juga mengikuti konsultan cara belajar tentang bimbingan anak melalui media on line.

Dari konsultan juga menyampaikan bahwa salah satu tips sukses adalah bertemu dengan orang terbaik di wilayah masing-masing.

Ai Athi (39 th) ibu rumah tangga, yang baru pertama kali menghadap Bupati ini juga menyampaikan bahwa sang suami Hari Purwantoro (wirausaha) juga sangat mendrong langkahnya.

Kamis pagi, Ai Athi mengajak 3 anaknya, Hanan kelas 6 SD Muh Wora Wari, Nafila kelas 3 SD Muh Wora Wari, Aji kelas 1 SD Muh Wora Wari. Sedangkan anak pertamanya tidak diajak karena di Pondok Gontor, dan anak ke-5 dan ke-6 tidak diajak karena masih kecil.

Kepada dokter Hasto, Ai menyampaikan memberanikan diri, mohon diberikan tips, dan proses perjalanan dokter Hasto hingga saat ini.

Dokter Hasto pun menyambut baik cita-cita dan langkah yang dilakukan Ai Athi agar anak-anaknya menjadi lebih baik. Dokter Hasto kemudian menyampaikan beberapa tips beliau.

"Kalau singkatnya prihatin pada kemiskinan" kata dokter Hasto.

Disampaikan juga, sebaiknya kalau belum berprestasi jangan cari prestise. Anak-anak yang cerdas adalah jika anak punya pemikiran lebih dewasa melebihi dari usia rata-rata. Orang yang sukses, dirinya diiyakan orang banyak.

"Misalnya ada anak SD tapi cara berfikirnya seperti anak SMA, itu cerdas" jelas dokter Hasto.

Anak juara satu terus belum tentu bagus. Citra dan kesan spontan yang baik dan diterima orang banyak itulah orang yang baik.

"Pantaskanlah dirimu di sekitarmu dan lihatlah hasilnya" pesan dokter Hasto.

dimisalkan kita menjadi pendatang, belum lama tinggal, tapi semua orang tahu bahwa kita ramah, murah hati, baik, itu nilainya sudah ada di masyarakat.

"Sukses itu seperti itu" tambah beliau.

dokter Hasto juga meminta agar kita percaya dan takut hanya pada Alloh SWT, jangan hanya percaya pada uang.

Cara mengujinya, saat tidak punya uang. Apakah percaya dan mengandalkan Alloh SWT dan tetap berbuat baik. Atau apakah saat kita tidak punya uang, kita terus ngapusi, menipu orang lain untuk cari keuntungan pribadi tapi merugikan orang lain.

"Kalau kita menipu orang lain, berarti tidak percaya pada Tuhan" tandas beliau. (akhmad)

 

Tags :  
dokter Hasto (kanan) saat menerima anak-anak Ai Athi

Berita Terkait

SubDomain