25 Aug 2019

Gubernur DIY Launching Desa Binaan Menuju Bebas Kemiskinan

Gubernur DIY Hamengkubuwono X mengatakan jumlah warga miskin di desa Hargowilis Kokap 600 KK dan desa Temon Wetan 140 KK, DIY siap membantu namun diperlukan koordinasi dengan para Kades bantuan seperti apa yang sesuai dengan kemampuan serta siap untuk mengelola, karena sebenarnya lima tahun lalu di Kecamatan Kokap telah dibantu kambing per KK 5 ekor sekarang hanya tinggal 3000 ekor, padahal tidak mungkin membantu dua kali karena masih banyak warga miskin lainnya.


"Kelemahan bantuan yang dulu banyak habis tidak berkembang karena secara pribadi, sekarang dan kedepan bantuan akan diberikan tetapi syaratnya melalui kelompok-kelompok sehingga ada yang bertanggung jawab akhirnya hasilnya bisa maksimal, silahkan buat kelompok usaha baik usaha peternakan seperti kambing, ayam buras apa lele,"kata Sultan, saat melakukan launching Desa Binaan Menuju Bebas Kemiskinan di kompleks Obyek Wisata Waduk Sermo Hargowilis Kokap, Rabu (7/11).


Acara dihadiri Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana,SE, anggota DPRD DIY Dapil Kulonprogo, Wabup Drs.H.Sutedjo, Forkorpimda, pimpinan SKPD serta beberapa pimpinan dunia usaha yang siap menjadi bapak asuh Desa Binaan Menuju Bebas Kemiskinan seperti Dirut Bank BPD DIY Dr.Suprayitno,MBA, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Mahdi Machmudy, Direktur PT.Sinar Waluyo Onggo Hartono, Direktur Apotek K-24 dr.Gideon Hartono, dan pimpinan BUMD Kulonprogo .


Dalam kesempatan tersebut Gubernur melakukan pelatakan batu pertama monumen Desa Binaan Menuju Bebas Kemiskinan di pedukuhan Bibis desa Hargowilis, serta menyerahkan piagam penghargaan kepada dunia usaha yang telah siap membantu program desa menuju bebas kemiskinan.


Dalam sesi dialog yang dipandu pelawak Den Baguse Ngarso, Sultan berharap adanya sharing dengan Bank BPD DIY sebagai binaan desa Hargowilis dan Temon Wetan, dimana pemda DIY mengatasi kemiskinan sedangkan Bank BPD DIY misalnya memperbaiki rumah dengan plesteran. Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengatakan program desa binaan menuju bebas kemiskinan diluncurkan sebagai kontribusi terhadap pencapaian program (Millennium Development Goals) MDGs 2015 dalam hal memerangi kemiskinan. Sesuai data BPS kemiskinan di Kulonprogo 23,15% jauh lebih dibanding data nasional 13,33%. Namun dalam 10 tahun terakhir telah turun drastis dari 52% menjadi 24,64% sesuai data Bappeda.


"Dari 24,64% tahun 2011 lalu terdiri 34.089 KK atau 111.756 jiwa yang dibawah garis kemiskinan, akan tetapi masih ada kriteria hampir miskin sebanyak 43.101 KK atau 31,15%, masyarakat miskin dan hampir miskin sering berubah-ubah karena yang hampir miskin sakit bisa menjadi miskin suatu saat yang miskin dapat BLT jadi agak lumayan tidak terlalu miskin, sedangkan data semua sudah dalam Album Kemiskinan baik kabupaten, kecamatan, desa sampai pedukuhan,"terang Hasto.


Menurut Hasto untuk mempercepat pengentasan kemiskinan Pemkab telah menjalankan program-program dari pemerintah pusat seperti PNPM,KUR dan UMKM yang telah berjalan baik, termasuk tim penanggulangan kemiskinan dari tingkat kabupaten sampai desa serta kader penanggulangan kemiskinan di tingkat desa. Program gotong royong terus digalakkan melalui gerakan infaq sodaqoh, bedah rumah, KAKB (Kelompok Asuh Keluarga Binangun), serta gerakan bela dan beli Kulonprogo, bela dan beli Yogyakarta dan bela beli Indonesia .


"Dua desa meliputi desa Hargowilis Kokap dan desa Temon Wetan ini sebagai pilot project yang di bina keduanya oleh Bank BPD DIY,"terang Hasto.


  Pada saat launching telah siap 17 dunia usaha yang akan melakukan pembinaan dari 87 desa yang ada di seluruh Kulonprogo menuju bebas kemiskinan meliputi Bank BPD DIY (2 desa), PT.JMI (8 desa) PD.Bank Pasar Kulonprogo, PT.Pegadaian, PT Grafitecindo Ciptaprima Bekasi, PT. Sansico Natura Resources Jakarta, CV.Karya Hidup Sentosa (Quick), PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT.SAK, PDAM Tirta Binangun dan PD.Aneka Usaha, Natasha Skin Care, BI Perwakilan Yogyakarta, PT.Petra Konsulindo Utama Jakarta, Bambang Sukmono Hadi, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Koalisi Kependudukan, PT.Sinar Waluyo, PT.K-24 Indonesia dan PT.Sri Boga masing-masing satu desa.(mc)

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain