22 Sep 2019

35 ROKET IKUT KOMPETISI DI PANTAI CONGOT KULONPROGO

       Kompetensi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) 2012 digelar di Kulonprogo Yogyakarta pada (7-10/6). Ajang kompetisi prestasi di bidang rancang bangun muatan roket ini rencana diikuti 40 tim dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Namun yang resmi mendaftar 38 PT, setelah mengikuti uji dimensi payload dan fungsional muatan di Kampus II Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Wates 3 tidak lolos, sehingga tinggal 35 roket dari tim PT yang diluncurkan pada Sabtu (9/6) di Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.


         Pembukaan kontes roket di Pantai Congot tersebut, dihadiri Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Prof. Agus Subekti, M.Sc., Ph. D, Rektor UNY Prof Dr. Rochmat Wahab MPd, MA, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Drs. Bambang Setiawan Tejasukmana, Dipl. Ing, perwakilan Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) Pakistan Mrs Zehra Ali, Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), perwakilan Gubernur AAU, Polda DIY, Korem 072 Pamungkas dan Forkorpimda Kulonprogo.

 
         Dalam kesempatan itu Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Prof. Agus Subekti, M.Sc., Ph. D, Rektor UNY Prof Dr. Rochmat Wahab MPd, MA dan Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), sempat melihat dari dekat salah satu roket dan kemudian secara bergantian menekan tombol peluncuran masing-masing roket, untuk menandai pelaksanaan kompetisi.

       Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Prof. Agus Subekti, M.Sc., Ph. D mengatakan Komurindo yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas bekerjasama dengan UNY, LAPAN, AAU dan Pemkab Kulonprogo dimaksudkan untuk membina kreatifitas para mahasiswa meski biayanya sangat mahal sekali, namun yang penting ada fasilitas karena teknologi apapun ditantang untuk lebih maju dengan harapan ada kecintaan terhadap teknologi kedirgantaraan.  "Beberapa tahun lalu bersama Lapan telah merintis, untuk 2013 bisa meluncurkan satelit di India, selain itu direncanakan menyelenggarakan kontes kapal terbang tak berawak, "kata Agus

 

       Agus berharap kontes roket banyak diikuti mahasiswa di level menengah ke bawah, yang sesuai kompetensinya karena mahasiswa yang ditantang akan muncul kreatifitasnya, ide-idenya luar biasa dan akan berlanjut karena seniornya akan menularkan keahliannya kepada yuniornya. Selain roket, pada tahun ini DP2M menfasilitasi kontes nasional agar mahasiswa cinta terhadap teknologi yakni kontes jembatan Indonesia, kontes bangunan gedung Indonesia, kontes mobil hemat energi dan kontes kapal cepat serta Teknologi Informasi (TI).
Sedangkan Rektor UNY Prof Dr. Rochmat Wahab MPd, MA, selaku tuan rumah penyelenggara mengatakan Komurindo 2012 yang ke-4 diikuti 40 tim dari PTN/PTS se-Indonesia masing-masing 3 mahasiswa dan satu dosen pembimbing dengan mengambil tema "Attitude Monitoring and Surveillance Payload", yakni kompetisi untuk mendapatkan juara hasil rancang bangun muatan roket (payload) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan (homming), memonitor perilaku muatan roket itu sendiri dan melakukan pengamatan permukaan daratan setelah terlepas dan terpisah dari roket peluncur.


         Kepala LAPAN, Drs. Bambang Setiawan Tejasukmana, Dipl. Ing sangat mendukung karena untuk perkembangan mahasiswa, yang diharapkan peserta akan semakin banyak. Tantangan kedepan untuk roket begitu besar, dan Indonesia bisa menguasai semuanya. Lapan telah memulai dengan roket sondakh yang berukuran setengah meteran dengan jangkauan ketinggian sekitar 100 km. Bahkan kedepan apabila memungkinkan membangun untuk meluncurkan satelit.


         SementaraBupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K),mengatakan roket merupakan salah satu wahana dirgantara yang memiliki makna strategis, mampu digunakan sebagai misi perdamaian maupun pertahanan semisal roket peluncur , roket penelitian cuaca, roket kendali , roket balistik dari darat ke darat dan juga dari darat ke udara dan dari udara ke udara. Dengan demikian roket dapat difungsikan sebagai peralatan untuk menjaga kedaulatan NKRI dan juga meningkatkan martabat bangsa baik di darat, laut maupun udara.

 

       Untuk itu negara yang mampu menguasai teknologi peroketan dengan baik akan disegani oleh negara-negara lain di dunia ini. Indonesia dari sabang sampai merauke sungguh luar biasa luasnya untuk menjaga keamanan membutuhkan teknologi yang luar biasa.  "Indonesia sebagai negara besar dan luas sudah sepatutnya mampu meraih kemandirian dan juga berkelanjutan dalam pengusahaan teknologi roket, oleh sebab itu diperlukan upaya yang terus menerus untuk mewujudkan kemandirian ini, salah satunya melalui menumbuh kembangkan rasa cinta teknologi dirgantara khususnya teknologi peroketan sejak dini salah satunya dengan mengadakan kompetisi muatan roket oleh perguruan tinggi ,"kata Hasto.


         Komurindo yang berlangsung hingga siang hari mampu menarik wisatawan yang memenuhi sekitar lokasi peluncuran di obyek wisata Pantai Congot, yang merupakan salah satu wisata pantai terkenal di kabupaten Kulonprogo.

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain