23 May 2019

ZAKAT: UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN

Zakat, apabila dikelola dengan baik memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian negara, yaitu dengan meningkatkan kesejahteraan umat. Pengelolaan Zakat bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat, meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan keadilan sosial, serta meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat. Demikian dinyatakan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dalam acara Penyerahan Bantuan Badan Amil Zakat Kabupaten Kulonprogo tahun 1432 H, di Gedung Binangun, Jum'at pagi (26/8).


"Kesejahteraan dapat diwujudkan dengan saling memberi, orang yang mampu memberi kepada orang yang kurang mampu," ungkap Hasto. Hasto Wardoyo berharap, di masa depan PNS diharapkan dapat terketuk hatinya untuk taat membayar zakat dan pajak, karena PNS merupakan contoh bagi masyarakat. Selain itu, Hasto Wardoyo juga menghimbau agar masyarakat tidak boros, cukup membeli barang-barang yang dibutuhkan saja. "Jangan bersikap riya', tetapi hidup secara sederhana saja," tambahnya.


Selanjutnya Hasto Wardoyo juga berharap supaya pemberian zakat saat ini dapat memotivasi penerima zakat untuk berzakat di tahun mendatang, sehingga pemberdayaan masyarakat lewat zakat dapat terwujud.


Menurut Wakil Ketua BAZ kabupaten Kulonprogo, Eko Wisnu Wardana, pentasarufan zakat, infaq, shodaqoh (ZIS) yang dilakukan oleh pengurus telah disepakati sesuai dengan 8 asnaf, namun tidak sepenuhnya karena hasil pengumpulan yang masuk tidak seluruhnya zakat. Sebagian pentasarufan telah dilaksanakan diantaranya untuk bantuan beras safari Jum'at, bantuan pengobatan keluarga miskin, serta bagian amil di instansi pemungut ZIS, namun pengurus periode 2009 - 2012 bersepakat rela tidak mengambil bagian amil.


Eko menambahkan bahwa pentasarufan kali ini sejumlah Rp 47.250.000,-, yang dibagikan kepada 7 kelompok, yaitu bantuan kepada 14 masjid sebanyak Rp 14.000.000.-, bantuan kepada 19 musholla sebesar Rp 9.500.000,-, bantuan kepada 19 lembaga lainnya (ponpes, TPA, PAUD, TK, dll.) sebesar Rp 14.150.000,-, bantuan biaya sekolah untuk 5 anak sebesar Rp 1.600.000,-, bantuan untuk fakir miskin (tukang becak) sejumlah Rp 5.000.000,-, bantuan untuk 2 orang mualaf sebesar Rp 1.000.000,-, dan bantuan untuk musibah bencana lahar dingin Merapi di dusun Ganasari, Banjarasri, Kalibawang, sebesar Rp. 2.000.000,-.(MC)

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain