25 Aug 2019

Pilot Plant Penambangan Pasir Besi Kulon Progo Dimulai

Pilot plant penambangan pasir besi di Kabupaten Kulonprogo sebagai bagian dari kontrak karya rencana penambangan pasir besi segera beroperasi, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo di lokasi penambangan Desa Karangwuni, Wates, Senin (15/8).

Peletakan batu pertama dihadiri oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan ESDM Provinsi DIY Andung Prihadi Santosa, Muspida, Sekda Kulonprogo Budi Wibowo, SH, para kepala SKPD dan Camat se-Kulonprogo, Presdir PT. Jogsa Magansa Iron (JMI) Lutfi Heyder, dan Direktur PT. JMI Donald J. Hunter.

Di lokasi tersebut, akan dilakukan penambangan, pengolahan sampai dengan reklamasi lahan sebagai media informasi bagi masyarakat tentang bagaimana proses penambangan yang akan dilakukan.

Menurut Direktur Operasional PT. JMI Satya Graha Sumantri, proses penambangan yang akan dilakukan di pilot plant tersebut hampir sama dengan proses penambangan komersial.

Hanya kapasitas produksi penambangan di tanah seluas 20 hektare itu baru mencapai 20.000 ton/bulan, sedangkan untuk proses penambangan komersial nantinya akan mencapai 2 juta ton/bulan.

"Jadi penambangan di pilot plant nanti hanya memiliki kapasitas produksi sepersepuluh dari proses komersial nanti," katanya.

Lokasi pilot plant seluas 20 hektare tersebut akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu 6 hektare untuk pabrik dan 14 hektare untuk lokasi penambangan.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo sebelum melakukan peletakan batu pertama pilot plant mengatakan dirinya menyambut baik beroperasinya pilot plant penambangan pasir besi tersebut.

Dikatakan bahwa pilot plant tersebut dapat menjadi gambaran bagaimana proses penambangan nanti. "Sehingga masyarakat yang mungkin belum sependapat dengan rencana penambangan ini segera mendapatkan gambaran tentang bagaimana proses penambangan yang akan dilakukan," katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus dapat menjadi jawaban bagi kampanye-kampanye yang selama ini cenderung mendeskreditkan pemerintah. Karena selama ini mungkin mereka yang berbeda pendapat mendapatkan informasi yang salah tentang bagaimana penambangan ini, sehingga disikapi dengan pendapat yang keliru pula.

"Meskipun secara pribadi, saya akan tetap berkomitmen untuk tidak akan lempar handuk terhadap kegiatan yang akan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat Kulonprogo," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Ir. Junianto Marsudiutomo mengatakan bahwa sebelum pilot plant beroperasi telah dilakukan ganti rugi kepada masyarakat pengolah lahan.

Ganti rugi tanah seluas 20 hektare tersebut mencapai Rp12,3 miliar yang meliputi pengalihan lahan garapan, sewa pinjam pakai lahan, ganti rugi tanaman dan yang lainnya. (MC)

Tags :  
Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Kulon Progo

Berita Terkait

SubDomain