24 Apr 2019

Pramuka Sebagai Penyelamat Generasi Muda

Di era globalisasi saat ini, kehidupan dan perilaku remaja sebagai generasi penerus bangsa semakin memprihatinkan. Banyak generasi muda sebagai penerus tongkat estafet dari pembangunan bangsa berperilaku negatif bahkan tak jarang menyimpang dari norma-norma kehidupan. Untuk itu, dibutuhklan media pembelajaran agar kehidupan generasi muda menjadi lebih terkontrol dan berkembang ke arah kegiatan yang bersifat positif. Salah satu media yang cocok untuk menampung hasrat dan menyalurkan bakat generasi muda adalah kegiatan pramuka.


Kegiatan pramuka yang telah berkembang lebih dari lima dekade ini bisa menjadi wahana yang cocok karena kegiatan di dalamnya banyak mengandung pembelajaran yang positif serta melatih kemandirian anak. Sehingga bisa dikatakan kalau kegiatan pramuka akan mampu menjadi penyelamat generasi muda, jika mampu diaplikasikan dengan baik. Hal tersebut juga sesuai dengan salah satu tujuan dari gerakan pramuka yaitu, melatih kemandirian dari generasi muda pramuka atau biasa disebut ‘praja muda karana'.


Demikian dikatakan oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kulon Progo yang juga menjabat Kepala Bappeda Kulon Progo, Ir.Agus Langgeng Basuki dalam Acara Tirakatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka serta Ulang Janji Pramuka Sabtu malam (13/8), di Gedung Kesenian, Wates. Acara juga dihadiri oleh, Bupati Kulon Progo yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Kwarcab Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo, Para Majelis Pembimbing yang berasal dari para pejabat pemkab, Para pembina pramuka se-Kulon Progo serta anggota pramuka lainnya. Untuk melatih kemandirian, kepedulian dan ketrampilan para anggota pramuka, dibentuk pula sebuah wadah satuan kerja atau disebut saka pramuka. Saat ini, sudah ada beberapa saka yang ada seperti, Saka Bayangkari, Saka Wana Bhakti, Saka Pustaka, Saka Dirgantara dan yang lainnya.


Bertepatan dengan HUT emas gerakan pramuka, dalam kesempatan tersebut Kwarcab Kulon Progo juga mendeklarasikan sebuah saka baru yaitu, saka seni dan budaya. Saka ini, sebelumnya belum pernah terbentuk dan baru di Kulon Progo diperkenalkan secara resmi kepada para anggota. "Karena sebelumnya belum pernah terbentuk kami berharap saka ini bisa menjadi embrio terbentuknya saka seni dan budaya di seluruh Indonesia, yang dimulai dari Kulon Progo untuk Indonesia," katanya.


Sebagai rangkaian kegiatan dari peringatan 50 tahun gerakan pramuka, kwarcab Kulon Progo melaksanakan berbagai kegiatan. Seperti, Kemah Budaya dari perwakilan penegak se-Kulon Progo dengan anggota 150 orang, mengirimkan 100 orang anggota penegak untuk mengikuti upacara di Kwarda Yogyakarta, mengadakan kemah bhakti di tiap gugus depan sekolah se-Kulon Progo serta kegiatan lainnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Pembimbing Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo menyambut baik peringatan HUT Pramuka ke-50 tersebut. Menurut H. Toyo Santoso Dipo kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang positif dan diperlukan dalam rangka membangun sebuah generasi bangsa yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab dan berjiwa pemimpin. "Didalam pramuka ada kemandirian, tanggung jawab, ketrampilan dan pengendalian emosi. Hal tersebut merupakan hal-hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang pemimpin," katanya.


Selanjutnya, Toyo berharap kegiatan pramuka di Kulon Progo dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan agar tercipta sebuah generasi penerus yang mandiri dan berkualitas. Diyakini, kalau para penggerak pramuka mampu memahami dengan baik arti gerakan pramuka dikemudian hari akan terbentuk sebuah generasi yang berkualitas dan siap untuk memimpin bangsa Indonesia, lanjutnya.(MC)

 

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain