23 May 2019

Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa di Kulon progo

Berdasarkan Pasal 15 ayat (1) UU No. 27 tahun 2009, Pimpinan MPR bertugas mengkoordinasikan anggota MPR dalam memasyarakatkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tugas ini dilaksanakan salah satunya melalui kerjasama dengan PGRI. Menurut Pimpinan MPR RI dalam amanat yang dibacakan oleh Ketua Fraksi PKS, H. TB. Soenmandjaja, melalui pengajaran sejak dini kepada para pelajar dan generasi muda, pembentukan karakter bangsa sebagai penjabaran dari empat pilar kehidupan bernegara yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, akan lebih cepat terwujud. "Oleh karena itu para guru/tenaga pendidik sebagai bagian dari komponen bangsa juga mempunyai kewajiban untuk memasyarakatakan empat pilar ini kepada seluruh masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda," ungkapnya dalam acara sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di Gedung Kaca, Kompleks Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Jum'at pagi (8/7).


Selain Soenmandjaja, pada acara tersebut hadir pula anggota F-PDIP, Yasonna Hamonangan Laoly, Bupati Kulonprogo, Toyo S Dipo, perwakilan dari Muspida, Kepala SKPD, dan PGRI.


Menurut Toyo S Dipo, sebagai guru tentunya akan memberi kontribusi positif terhadap anak didik melalui proses pembelajaran maupun melalui keteladanan dalam perilaku sehari-hari. "Yang terpenting adalah adanya perubahan tata kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka melestarikan nilai-nilai luhur ke empat pilar kehidupan tersebut diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari," tegasnya.


Ditambahkan Toyo S Dipo, bahwa momentum seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat, terutama para pengajar, berkomitmen tinggi untuk selalu menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Ketua PGRI Kab. Kulonprogo, Sugiharto, yang juga Kepala SMA Negeri 1 Wates, menjelaskan bahwa peserta sosialisasi ini adalah 300 orang. Namun untuk lebih memudahkan, acara sosialisasi ini dibagi dalam dua hari. Hari pertama diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari guru PKn dari SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK, serta kepala UPTD dan Pengawas Pendidikan. Sedangkan untuk hari kedua, juga diikuti oleh 150 orang peserta, terdiri dari 100 guru Pkn, guru kelas, Ketua Gugus SD/MI, dan kepala sekolah, serta 50 peserta dari organisasi kemasyarakatan di wilayah Kulonprogo.(-)

 

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain