23 May 2019

SMPN 1 WATES GELAR PENYULUHAN BAHAYA AKIBAT PERGAULAN BEBAS

Bertempat di Aula Sekolah sebelah barat Alun-Alun Wates, Kamis (23/6), SMP Negeri 1 Wates menyelenggarakan penyuluhan remaja dengan sasaran seluruh siswa kelas VII yang berjumlah kurang lebih 180 anak. Tema yang disajikan adalah tentang Bahaya Akibat Pergaulan Beba. Pembicara dalam pertemuan tersebut adalah Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo, Drs. Mardiya. Pertemuan dibuka oleh Kepala SMP N 1 Wates Suryono, SPd yang diwakili oleh Guru Matematika kelas VIII Sihono SIP, dan didampingi oleh Sutidjan, SPd, Rahayu, SPd, Suharyadi, SPd. Dalam sambutannya Suryono, SPd menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan remaja yang dilaksanakan rutin setiap satu semester sekali ini dinilai sangat penting dalam rangka pembinaan generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif berupa pergaulan bebas yang melewati batas norma agama dan hukum. Urgensi penyuluhan ini selain sebagai upaya preventif, juga sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda kita dari berbagai bahaya yang dapat menghambat pencapaian cita-cita karena berbagai peristiwa yang seharusnya tidak perlu terjadi seperti kehamilan pelajar, aborsi, terjerat penyalahgunaan narkoba, atau terinfeksi HIV/AIDS karena kekuranghati-hatian dalam berperilaku sehari-hari.


Sementara itu Drs, Mardiya selaku pembicara tunggal dalam pertemuan penyuluhan tersebut menyatakan bahwa pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk pergaulan yang melewati batas-batas norma (agama, sosial dan budaya) atau aturan ketimuran yang ada sehingga pergaulan bebas ini merupakan bentuk perilaku menyimpang. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.


"Ada tiga penyebab utama terjadinya pergaulan bebas yaitu sikap mental yang tidak sehat, pelampiasan rasa kecewa, dan kegagalan remaja menyerap norma, " kata Mardiya. Solusi untuk menghindari pergaulan bebas, Mardiya memiliki beberapa tips untuk remaja sebagai berikut.
Pertama, memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam "kenyataan", maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif. 
Kedua, menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
Ketiga, jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
Keempat, memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
Kelima, perlunya remaja berpikir untuk masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan "Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?" kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan demikian maka remaja-remaja itu akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang yang secara langsung maupun tidak langsung akan mengurangi
jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS.


Sumber Berita:
Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan
Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDP dan KB Kab. Kulonprogo
HP. 081328819945.

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain