23 Mar 2019

PENUTUPAN TMMD REGULER KE-86 TAHUN 2011 PROVINSI DIY

Kata manunggal (dalam TMMD-red) menunjukkan bersatunya TNI/Polri dengan rakyat untuk membangun desa sebagai basis pembangunan nasional sekaligus basis ketahanan nasional. Pembangunan ini akan meningkatkan taraf hidup dan kualitas masyarakat desa dalam melaksanakan sistem pertahanan rakyat semesta, demikian disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam acara penutupan TMMD Reguler ke-86, di lapangan Desa Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kulonprogo, Selasa (21/06).


Dalam amanatnya, Sultan juga mengingatkan bahwa TNI/Polri di jaman reformasi hendaknya tetap tegak dan tidak berubah dalam mengukuhkan jati diri dengan semangat kerakyatannya dengan meneladani pernyataan Jenderal Sudirman: "Angkatan perang adalah pelindung rakyat dan abdi rakyat, merupakan suatu hal yang harus diteladani dalam kesetiaan dan pembelaan terhadap bangsa."


Selain Gubernur DIY, acara ini dihadiri pula oleh Bupati Kulonprogo, Toyo S Dipo, dan Komandan Korem 072 Pamungkas, Kolonel (Kav) Sumedy. Sementara itu, Dandim 0731 Kulonprogo, Letkol Inf Achmad Basar, melaporkan bahwa TMMD Reguler ke-86 Tahun 2011 ini berlokasi di Desa Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulonprogo, dan berlangsung dari tanggal 1 Juni hingga 21 Juni 2011. TMMD ke-86 ini melibatkan 150 personel dari Kodim 0731 Kulonprogo, Polres Kulonprogo, Pemda Kulonprogo, Lanud Adisucipto, Lanal Yogyakarta, Yonif 403, dan
Yonzipur.


Selain dari personel angkatan bersenjata, TMMD juga dibantu oleh masyarakat, PNS, KBT dan Hansip sejumlah 75 org setiap hari TMMD ke 86 ini berhasil mencapai sasaran fisik berupa pengaspalan jalan sejauh 1389 x 2,5 m, pembuatan jembatan 8 x 2 x 2,8 m, plafonisasi 2 unit masjid, rehab 1 unit poskamling, lantainisasi 4 x 6 meter sebanyak 20 unit, jambanisasi 10 unit, rehab rumah tidak layak huni 9 unit dan penghijauan sejumlah 1850 bibit pohon jati, mahoni, trembesi, durian dan kelengkeng.


Sasaran non fisik yang telah dilaksanakan adalah memberikan bimbingan, penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam bidang pembinaan mental dan agama, perilaku hidup sehat, penyuluhan anatomi terorisme dan kamtibmas, penyuluhan narkoba, kenakalan remaja dan penyakit masyarakat, penyuluhan bela negara, PKBN dan wawasan kebangsaan, pelatihan pengolahan hasil pertanian, kursus pertukangan kayu, penyuluhan dan pelayanan KB, dan kegiatan khusus hiburan. Manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya TMMD ini antara lain melancarkan arus transportasi dan perekonomian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keimanan dan ketakwaan serta pentingnya hidup sehat, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam hal wawasan kebangsaan, bela negara dan cinta tanah air, peningkatan kesadaran masyarakat dalam keamanan lingkungan dan tindakan kriminal dan terorisme.


Achmad Basar menyatakan bahwa masing-masing instansi yang terlibat telah memberikan peran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam bentuk ceramah, penerangan, penyuluhan, hiburan maupun pemberian bahan pendukung. "Melalui kerjasama yang baik antara masyarakat, TNI dan Polri maka pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencana," imbuhnya.(-)

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain