23 Mar 2019

Kulon progo Siap Menyambut Peserta BPAP dari Luar Jawa

Dalam rangka Bakti Pemuda Antar Propinsi (BPAP), Propinsi DIY menerima 24 pemuda dari propinsi Sulawesi Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan yang selanjutnya akan ditempatkan di Desa Banjarroyo, kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, selama satu bulan. Demikian diungkapkan Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA, Sekda Kab. Kulonprogo, Nugroho SE mewakili Bupati Kulonprogo saat menyambut rombongan pemuda yang mengikuti BPAP di Gedung Kaca, Jum'at (10/6). "Di Desa Banjarroyo nanti diharapkan adik-adik pemuda bisa mengambil hikmah dan beradaptasi dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat," ungkap Nugroho.


Dalam menyamput peserta BPAP tersebut, Nugroho didampingi oleh Kepala Dinkes, Lestariyono, Kabag Kesra, Eko Wisnu, Kepala Dinas Pariwisata, Sarjana, Kepala Dinas Pendidikan, Sri Mulatsih, dan Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Prop. DIY, Teguh Raharjo. Selain itu, hadir pula Camat Kalibawang, Rohedy Gunung dan Kades Banjarroyo, Wiwin Windarto. Sementara itu, Teguh Raharjo berharap agar Pemkab Kulonprogo bisa menganggap para peserta BPAP sebagai anak sendiri selama tinggal di Kulonprogo. Ditambahkannya, selain 24 pemuda peserta BPAP, ada pula 8 orang petugas pendamping, sehingga mempermudah berbaur dengan masyarakat dan belajar budaya masyarakat setempat serta membantu menemukan hal-hal baru di Desa Banjarroyo nanti.


Menurut Wiwin Windarto, Desa Banjarroyo siap menerima peserta BPAP dimana selama 1 bulan, para peserta akan membaur dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan melakukan kegiatan produktif bersama masyarakat. Hal ini diperkuat oleh Rohedy, dan berharap para peserta juga ikut berpartisipasi pada acara kesenian di Kalibawang. Dalam acara penyambutan, Teguh Raharjo menyerahkan secara simbolis peserta BPAP kepada Nugroho dan diserahkan lagi kepada Camat Kalibawang, Rohedy. Selanjutnya peserta BPAP dari masing-masing propinsi memberikan kenang-kenangan kepada Pemkab Kulonprogo. Dalam acara tersebut, para peserta juga memperkenalkan budaya dari daerahnya masing-masing. Peserta dari Sumatera Utara menampilkan tari Serampang Duabelas, peserta dari Sumatera Selatan menampilkan tari Rancak Rebana, dan peserta dari Sulawesi Barat menampilkan tari Patuddu. Selain itu, masing-masing wakil propinsi juga menampilkan lagu daerahnya.


Meskipun berasal dari luar jawa (DIY), ternyata para peserta bisa juga menyanyikan lagu tradisional Jawa, Padhang Bulan, bahkan ketika Eko Wisnu meminta lagu "Gundhul Pacul", mereka pun bisa menyanyikannya. Acara tersebut ditutup dengan pengalungan kain khas Sumatera Utara kepada Bupati Kulonprogo yang didahului tarian dan lagu khas Sinanggar Tulo dan foto bersama Bupati di depan Gedung Joglo.(-)

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain