25 Aug 2019

Visi Misi Baru, Mengembalikan Kejayaan KB?

Ada hal penting yang disampaikan Kepala BKKBN Pusat Dr. Sugiri Syarief, MPA  pada saat memberi sambutan  dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Keluarga Berencana Nasional Tahun 2010 yang bertema "Dengan Semangat Kemitraan Kita Wujudkan Pembangunan Kependudukan dan KB" di Gedung II, Istana Wakil Presiden  RI, Rabu (17/2) lalu. Hal penting yang dimaksud adalah bahwa seiring dengan dimasukinya  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)  2010-2014, BKKBN sebagai institusi yang selama ini mengemban tugas menyukseskan program KB di Indonesia telah merevitalisasi visi dan misinya.  Visi BKKBN sekarang ini adalah "Penduduk Seimbang 2015"  dengan misi  "Mewujudkan Pembangunan yang Berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera"  menggantikan  visi sebelumnya  "Seluruh Keluarga Ikut KB"  dan misi "Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera". 

Revitalisasi visi dan misi BKKBN ini setidaknya  mempertimbangkan dua hal. Pertama, pasca disahkannya UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BKKBN tidak lagi diamanatkan sebagai lembaga yang menangani KB semata, tetapi juga menangani masalah kependudukan. Dengan demikian, menurut UU tersebut, BKKBN bukan lagi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional tetapi menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang mengemban dua tugas sekaligus. Kedua, Tahun 2010 adalah tahun pertama untuk menjabarkan dan melaksanakan berbagai rencana strategis, rencana aksi, dan program-program pemerintah yang telah tertuang dalam RPJMN dan telah pula  dijabarkan dalam Rencana Strategis (Renstra) BKKBN Tahun 2010-2014. Di era ini BKKBN mendapat amanah untuk ikut mendukung keberhasilan program prioritas nasional, yaitu dengan memberikan dukungan terhadap penguatan suply berupa penyediaan sarana prasarana pelayanan KB bagi 23.500 klinik KB swasta dan pemerintah agar siap melayani KB. Disamping itu juga mendukung peningkatan kapasitas penyelenggara pelayanan KB melalui pelatihan medis teknis pelayanan KB dan KIE konseling bagi dokter dan bidan agar dapat melayani KB sesuai standar operasional pelayanan yang telah ditetapkan.

Selengkapnya silakan download file lampiran

Tags :  

Berita Terkait

SubDomain