20 Mar 2019

ANGGOTA PKH KULON PROGO MENGUNDURKAN DIRI

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulon Progo, menyelenggarakan Rapat kordinasi (Rakor) dan sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) 2019 dalam rangka meningkatkan Program Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo. yang diselenggarakan Rabu (4/2/2019). di Aula Adikarto Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulon Progo, diikuti lebih dari 112 peserta dan pelantikan kordinator tingkat kecamatan.   

Turut hadir dalam acara rakor dan sosialisasi PKH 2019. Kepala Dinsos P3A Drs. Eka Pranyata, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemkab Kulon Progo, Koordinator Wilayah PKH D.I. Yogyakarta Siti Maryatun Ibtiyah perwakilan kecamatan dan peserta Rakor PKH.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan Pendidikan untuk anak usia sekolah Program Keluarga Harapan (PKH) mengabdi untuk Program Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan data dari Dinsos P3A Kabupaten Kulon Progo, bahwa jumlah cakupan PKH tahun 2019 di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 32.811 (Tiga puluh dua ribu delapan ratus sebelas ) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang didampingi sekitar 105 pendamping.

Kepala Dinsos P3A Drs. Eka Pranyata dalam sambutannya menyampaikan pendamping harus bisa mengarahkan pola pikir masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pendidikan untuk masa depan generasi penerus Keluarga Penerima Manfaat (KPM PKH).

“Pendamping PKH bukan penyalur bantuan tunai, melainkan memberikan pendampingan mengarahkan pola pikir masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pendidikan untuk masa depan generasi,” kata Eka.

Eka menambahkan tiga komponen penting dalam PKH adalah Pendidikan dan Kesehatan, lansia dan disabilitas. Serta dapat mensinergikan antar OPD mengenai program tersebut.

Dalam rakor dan soialisasi tersebut materi disampaikan Koordinator Wilayah PKH D.I.Yogyakarta sekaligus melantik 12 Kordinator di tingkat Kecamatan tahun 2019 dan pemberian apresiasi kepada Kordinator kecamatan tahun 2018 di Kab. Kulon Progo.

Ditemui saat acara tersebut Rusmini salah satu anggota PKH yang mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari PKH Kulon Progo mengungkapkan

“Karena sudah merasa cukup dengan apa yang didapat dari hasil ikhtiar bersama suami, saya berharap dengan menggundurkan diri dana dapat dialokasikan untuk yang lebih membutuhkan,” kata Rusmini.

Disamping itu juga terdapat anggota PKH, Suwarni menjelaskan adanya PKH memberikan manfaat untuk keluarganya.

“Sangat terbantu sekali saya termasuk anggota PKH. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pokok dan uang, tetapi penggarahan dari pendamping PKH untuk mendorong anggotanya pentingnya Pendidikan dan kesehatan,” kata Suwarni.  

Pelaksanaan program PKH didasarkan pada verifikasi, yang merupakan hal utama dari PKH. Kegiatan verifikasi mengecek peserta memenuhi persayaratan yang telah ditetapkan, PKH melaksanakan pemotongan bantuan tunai bagi keluarga yang tidak mematuhi kewajiban yang telah ditetapkan peserta.  Peserta PKH mengetahui persis bahwa mereka harus memenuhi sejumlah kewajiban di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sehingga program bisa berjalan sesuai dengan harapan, rumah tangga sasaran penerima bantuan memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial.

 

 

 

Tags :  
Kulon Progo
 
PKH
 
Rakor

Berita Terkait

SubDomain