20 Mar 2019

APBD Kulon Progo Defisit 34,5 Miliar

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kulonprogo tahun 2012 mengalami defisit sebesar Rp. 34,5 miliar. Hal itu terjadi karena anggaran belanja melebihi pendapatan. Anggaran Belanja sebesar Rp 827,9 miliar, sedangkan Pendapatan sejumlah 793,4 M.

Demikian dikatakan Bupati dr HastoWardoyo, SpOG(K) saat menyampaikan Nota Keuangan RAPBD tahun 2012 pada rapat paripurna DPRD, Senin (21/11) malam di gedung dewan. Dengan estimasi pendapatan sebesar Rp 793,4 M maka dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 782,6 M mengalami kenaikan sebesar 1,38 %. Pendapatan tersebut diperoleh dari PAD Rp 53,1 M, Dana Perimbangan 597,2 M dan Lain-Lain Pendapatan yang sah 143,4 M, katanya.

Peningkatan pendapatan tersebut, tambah Hasto,disebabkan adanay kenaikan PAD sebesar 4,32 % dan dana perimbangan 15,50 %. Akan tetapi beberapa pendapatan yang lain mengalami penurunan, antara lain, bagi hasil pajak/bukan pajak sebesar 16,03 %. Selain itu, kata dia, DAK juga mengalami penurunan 6,12 % dan lain-lain pendapatan yang sah juga turun 33,32 % karena tidak ada dana Percepatan Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPPID) Dana Penyesuaian  nfrastruktur Daerah (DPID) dan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang akan ditransfer ke sekolah melalui Pemerintah Provinsi, jelasnya.

Dikatakan, untuk alokasi belanja yang direncanakan sebesar Rp 827,9 M terdiri dari belanja tak langsung Rp 580,1 M dan belanja langsung Rp 247,8 M. "Bila dibandingkan dengan belanja tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 1,68 %," ujar Hasto.

Ditambahkan Hasto, untuk penerimaan pembiayaan sebesar Rp 39,4 M, yang terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2011 sebesar Rp 37,4 M dan penerimaan piutang daerah Rp 2 M. Sedang untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 4,9 M yang terdiri dari penyertaan modal Rp 4,8 M dan pembayaran pokok utang Rp 91 juta. Sehingga pembiayaan neto mencapai Rp. 34,5 M. "Dana ini nanti yang akan digunakan untuk menutup defisit anggaran," tandas Hasto. PBD Kulon Progo Defisit 34,5 Miliar

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kulonprogo tahun 2012 mengalami defisit sebesar Rp. 34,5 miliar. Hal itu terjadi karena anggaran belanja melebihi pendapatan. Anggaran Belanja sebesar Rp 827,9 miliar, sedangkan Pendapatan sejumlah 793,4 M.

Demikian dikatakan Bupati dr HastoWardoyo, SpOG(K) saat menyampaikan Nota Keuangan RAPBD tahun 2012 pada rapat paripurna DPRD, Senin (21/11) malam di gedung dewan. Dengan estimasi pendapatan sebesar Rp 793,4 M maka dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 782,6 M mengalami kenaikan sebesar 1,38 %. Pendapatan tersebut diperoleh dari PAD Rp 53,1 M, Dana Perimbangan 597,2 M dan Lain-Lain Pendapatan yang sah 143,4 M, katanya.

Peningkatan pendapatan tersebut, tambah Hasto,disebabkan adanya kenaikan PAD sebesar 4,32 % dan dana perimbangan 15,50 %. Akan tetapi beberapa pendapatan yang lain mengalami penurunan, antara lain, bagi hasil pajak/bukan pajak sebesar 16,03 %. Selain itu, kata dia, DAK juga mengalami penurunan 6,12 % dan lain-lain pendapatan yang sah juga turun 33,32 % karena tidak ada dana Percepatan Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPPID) Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang akan ditransfer ke sekolah melalui Pemerintah Provinsi, jelasnya.

Dikatakan, untuk alokasi belanja yang direncanakan sebesar Rp 827,9 M terdiri dari belanja tak langsung Rp 580,1 M dan belanja langsung Rp 247,8 M. "Bila dibandingkan dengan belanja tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 1,68 %," ujar Hasto.

Ditambahkan Hasto, untuk penerimaan pembiayaan sebesar Rp 39,4 M, yang terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2011 sebesar Rp 37,4 M dan penerimaan piutang daerah Rp 2 M. Sedang untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 4,9 M yang terdiri dari penyertaan modal Rp 4,8 M dan pembayaran pokok utang Rp 91 juta. Sehingga pembiayaan neto mencapai Rp. 34,5 M. "Dana ini nanti yang akan digunakan untuk menutup defisit anggaran," tandas Hasto. (setwan)

 

Tags :  
dr HastoWardoyo
 
SpOG(K)

Berita Terkait

SubDomain