Penambahan Kasus Covid-19, Klaster Disdukcapil Mencapai 39 Orang

Terdapat penambahan kasus hasil tracing pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulon Progo yang dinyatakan positif Covid-19, pada Kamis (19/11/2020).

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Kabupaten Kulon Progo drg.Th.Baning Rahayujati.,M.Kes mengatakan pada klaster dari Disdukcapil sampai hari ini Kamis (19/11) tercatat sebanyak 39 kasus. Untuk rincian 30 kasus dari Disdukcapil Kulon Progo dan 9 kasus dari karyawan di luar kantor Disdukcapil.

“Penambahan tujuh kasus positif Covid-19 dari 39 kasus berasal dari Disdukcapil, 35 di antaranya merupakan orang Kulon Progo. Sementara 4 orang lainnya dari luar Kulon Progo,” ujar Baning Rahayujati saat jumpa pers di Bale Agung, Kompleks Pemkab Kulon Progo.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dari 39 kasus tersebut, 1 orang dirawat di RSUD Wates, 1 orang dirawat di RS Nyi Ageng Serang, 3 orang menjalani isolasi di Rumah Singgah Teratai dan sisanya menjalani isolasi mandiri.

Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, terus melakukan tracing lanjutan karena masih ada sekitar 200 Swab test yang belum diperiksa. Hal ini terjadi sebab terdapat keterbatasan di dalam pemeriksaan di Balai Besar Veterinir sebagai laboratorium pengecekan Covid-19.

Baning Rahayujati menambahkan bahwa kasus kantor Disdukcapil. Ini karena setelah mengalami sakit, dia tidak segera mengisolasi mandiri atau berobat tapi malah melakukan aktivitas kemana – mana, selain itu, kurangnya penerapan protokol kesehatan di lingkungan kantor Disdukcapil dalam menjaga jarak.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 329 orang. Dengan rincian 25 orang isolasi di rumah sakit, 82 orang isolasi mandiri, 213 orang dinyatakan sembuh dan 9 orang dinyatakan meninggal dunia. MC KP/Trb/hh.