Kasus Covid-19 Di Kulon Progo Meningkat, Pemkab Gerak Cepat

Wates?Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo dan Wakil Bupati Fajar Gegana hadir dalam Rapat koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan di ruang rapat Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (23/9/2020).

Rakor ini dipimpin oleh Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir  dalam acara tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kulon Progo, TNI, Polri, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Bupati mengatakan bahwa perkembangan dan penambahan kasus positif Covid-19 di Kulon Progo dalam waktu terakhir ini jumlahnya mengkhawatirkan, tetapi jauh lebih baik dari pada daerah lain yang penambahannya sangat parah. Namun dalam hal ini pemerintah dan masyarakat juga tidak boleh lengah atau hanya santai-santai saja.

“Penambahan kasus sehari terbesar 11 orang pada tanggal 15 September 2020 dan tanggal 19 September 2020 ada penambahan 10 orang. Kemudian untuk kasus klaster arisan dan pasar Pripih harus bisa menemukan cara terbaik agar bisa teratasi dan tidak terjadi ditempat lain,”terangnya.

Lanjut Sutedjo, bahwa kita perlu melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah untuk bisa diambil agar dapat mengendalikan dan menekan situasi tersebut agar pasien positif tidak terus berkembang dan tidak ada kasus baru lagi.

“Harapan dengan rapat ini adanya tambahan pemikiran untuk bisa berkonstribusi dalam mengendalikan dan menekan angka penambahan (kasus Covid-19) seminimal mungkin. Disamping kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada,” ungkap Sutedjo.

Sementara itu, Fajar mengatakan terkait kasus kematian seorang warga dengan hasil swab belum keluar tetapi dalam pemakamannya dilakukan dengan cara Covid-19 hal ini menimbulkan masyarakat keberatan, karena belum tentu orang tersebut terpapar Covid-19.

Kemudian untuk acara hajatan atau keagamaan, Fajar meminta dari pihak Departemen Agama (Depag) untuk dapat mengedukasi terlebih dahulu, paling tidak juga meminta izin ke Kelurahan atau yang lainnya.

“Kami bukan untuk mengahalangi tapi mengatur kegiatan tersebut dan memastikan agar lebih aman, apalagi ketika kami ikut dilibatkan dalam perizinan tersebut,” terang Fajar.

Adapun penangan Covid-19 khususnya di Kabupaten Kulon Progo, perlu kerjasama dari berbagai pihak dengan pendampingan instansi daerah. Dalam hal ini Satpol PP dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) Pada Masa Pandemi Covid-19. Dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan di layanan publik, melakukan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat setempat serta memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Kulon Progo. MC Kulon Progo/Novi/Erika/Redya