Perkembangan Cluster Sangon per 13 Mei 2021

Berdasarkan laporan terbaru per 13 Mei 2021 dari Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengemukakan ada penambahan kasus sebanyak 22 kasus positif Covid-19. Sehingga total kasus keseluruhan yakni 62 kasus dengan 6 kasus dari hasil Rapid Antigen dan 56 kasus dari hasil Swab PCR. Dari keseluruhan kasus tersebut, yang mendapat perawatan di RSUD Wates sebanyak 2 orang dan 1 orang dirawat di RSUD NAS, sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri dengan 90% pernah mengalami gejala ringan.
Penyebaran kasus positif Cluster Sangon tersebar di beberapa wilayah, diantaranya di Pedukuhan Sangon I sebanyak 43 orang, Pedukuhan Kadigunung 15 orang, pedukuhan Tapen 2 orang, dan Pedukuhan Tlogolelo 2 orang. Sebagai tindak lanjut kasus tersebut, Baning juga menjelaskan ada pembatasan ketat terhadap akses keluar masuk ke 4 wilayah tersebut. Selain itu, penutupan tempat ibadah dan kegiatan kelompok juga dilakukan. Pemerintah Kalurahan setempat juga akan memberikan sembako kepada warga yang melakukan isolasi mandiri.
“Hari ini, Jumat 14 Mei 2021 akan dilakukan pemeriksaan Swab massal di Sangon dan Kadigunung dimulai sekitar Jam 13.00 WIB oleh Puskesmas Kokap 1, dengan dibantu SDM Puskesmas sekitarnya. Dengan sasaran pemeriksaan kurang lebih 200 orang”, tutur Baning.
Dalam Pernyataannya, Baning juga berpesan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat yakni menggunakan masker dengan benar, selalu menjaga jarak satu sama lain, dan sesering mungkin CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Jika mengalami gejala demam, kehilangan indera penciuman atau pengecapan, tidak enak badan (nggregesi) agar segera berobat dan melakukan karantina mandiri di rumah serta meningkatkan stamina dengan makanan bergizi, istirahat yang cukup serta selalu gembira.
Masyarakat juga diharapkan tetap mengikuti arahan petugas terutama bersedia untuk menjalani Swab dan melakukan karantina dengan tertib. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan partisipasi dan peran Tokoh Masyarakat untuk menjadi contoh dalam pelaksanaan 3M dan 3T bagi masyarakat, serta dimohon untuk melaporkan jika ada pendatang dari Luar Wilayah kepada Satgas.
“Kerjasama yang baik antara Satuan Tugas dan masyarakat akan mampu memutus rantai penularan Covid-19. Laporan dan penemuan yang terlambat akan mempercepat penularan Covid-19. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan lagi setelah hasil tes PCR keluar. Serta untuk data lain bisa langsung diambil di lokasi”, ujar Baning.