Masyarkat Diminta Taati Maklumat Pelaksanaan Ibadah Di Rumah Masing - Masing

Pemkab Kulon Progo melakukan penandatanganan maklumat bersama, antara Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah terkait dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 1441 H pada masa status tanggap darurat bencana wabah Corona Virus Disease (Covid-19), berlangsung di Bale Agung Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (30/4/2020). Acara tersebut juga dihadiri panewu seKulon Progo.

Maklumat bersama berisi lima point, pertama umat islam wajib menjalankan ibadah puasa sesuai syariat, kedua kegiatan safari Tarawih, buka dan sahur bersama, tabligh akbar, pesantren kilat, pengajian Nuzulul Quran, takbir keliling, salat Idulfitri beseta rangkaiannya dengan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah, swasta, masjid atau mushola ditiadakan,

Ketiga salat Jumat tidak dilaksanakan selama pandemi Covid-19 dan diganti dengan salat zuhur, keempat salat Tarawih berjamaah, kegiatan tadarus Al-Quran tidak dilaksanakan di masjid atau mushola, tetapi dilaksanakan secara individu, atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah masing – masing. Terakhir takmir masjid atau mushola harus ikut bertanggung jawab atas keselamatan jamaah dan kemungkinan tertularnya Covid-19.

“Kami mengapresiasi dengan penandatanganan maklumat ini, adanya maklumat ini sebagai langkah Pemkab bersama seluruh instansi terkait dalam memaksimalkan menyelamatkan warga Kulon Progo dari wabah Covid-19. Kami berharap agar masyarakat mentaati protokol kesehatan dan imbauan dari Pemerintah,” ujarnya.

Karena masih melihat adanya sebagian dari warga yang belum taat pada protokol kesehatan, seperti belum memakai masker, masih kumpul atau berkerumun dengan banyak orang dan tidak menjaga jarak antara satu sama lainnya, “Imbauan ini terus kita ingatkan kepada publik. termasuk saat kita menjalankan ibadah keagamaan, diharapkan sesuai dengan yang dianjuran pemeintah dengan menaati protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut rencana kegiatan penyampaian maklumat ke masyarakat akan dibuat jadwal, dengan melibatkan dari tim Kabupaten untuk mensosialisasikan maklumat ini serta memberikan edukasi, informasi Covid-19 di Kulon Progo.

Disamping itu, maklumat ini juga didasari hasil rapat koordinasi seluruh unsur Pemkab Kulon Progo, Kemenag, Kepolisian, TNI, PCNU, PDM Kulon Progo, pada Senin (27/4). Serta berdasarkan fatwa MUI No.14/2020 tentang penyelenggaran ibadah dalam situasi wabah Covid-19 dan SE Menteri Agama No.6/2020, tentang panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri di tengah pandemi corona.

Sementara, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteaan Rakyat dan Kemasyarakatan, Sekda Kulon Progo, Drs. Jazil Ambar Was’an menjelaskan terkait sosialisasi maklumat ini akan dilaksanakan di Kapanewon se-Kulon Progo dengan menggundang para tokoh masyarakat, takmir masjid dan mushola.

“Dari Kabupaten akan kita turunkan tiga tim setiap harinya dengan membuat jadwal atau pergelombang dan masing – masing tim melaksankan tugasnya 2/3 gelombang,” ujarnya. Menurutnya dengan sosialisasi seperti ini, maklumat tersebut akan lebih cepat sampai ke masyarakat, nantinya maklumat tersebut akan dibacakan dalam sosialisasi tersebut, Disampaing penyampaian maklumat akan digunakan untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan Covid-19 di Kulon Progo.

Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kulon Progo Drs.H.Wasiludin mengatakan dari NU, kami sudah memberikan sosialisasi, imbauan kepada warga NU. Namun hal ini masih sulit diterapkan di masyarkat, dengan keluarnya maklumat ini, upaya pencegahan corona di tempat ibadah umat islam dapat lebih efisien.

Saat sosialisasi juga dilibatkan dari Dinas Kesehatan Kulon Progo sehingga dalam menyampaikan informasi perkembangan Covid-19 di Kulon Progo lebih jelas dan optimal. MC Kulon Progo/hry