Cluster Jangkaran, Cluster Baru Covid-19 Di Kulon Progo

Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo dilaporkan megalami peningkatan dengan munculnya cluster baru dari kasus Jamaah di wilayah Jangkaran. Per 14 Februari 2021 dilaporkan sebanyak 10 orang telah menyelesaikan isolasi, 31 orang penambahan kasus positif, 1 orang meninggal, sehingga total 707 orang masih melakukan isolasi.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati, dari penambahan 31 kasus, 22 kasus berasal dari Kapanewon Temon dan 19 kasus dari hasil pengembangan Cluster Jamaah di wilayah Jangkaran. Sehingga sampai saat ini total ada 57 kasus terkonfrmasi dengan 5 orang telah berada di Rumah Sakit, 1 orang dinyatakan meninggal di Rumah Sakit dan 1 orang segera akan dirujuk ke Rumah Sakit.

Baning menambahkan, penyebaran kasus Covid-19 ini diduga berawal dari kasus yang berada di wilayah Purworejo dengan kronologi yaitu salah satu Imam Masjid yang berkunjung ke wilayah Purworejo yang sebelumnya telah ada kasus positif Covid-19. Perkembangan penelusuran kasus di wilayah Jangkaran masih berlangsung, dikarenakan sebelumnya beberapa anggota Jamaah Masjid telah melakukan kegiatan keagamaan seperti Tahlilan dan Sholat Berjamaah di beberapa Mushola di sekitar Jangkaran, yang mana besar kemungkinan ketika di rumah juga menulari anggota keluarga yang lain.

Lebih jauh Baning kembali menghimbau kepada masyarakat Kulon Progo untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan saat beraktivitas di tengah masyarakat, tetap Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan sabun. Ia juga menginformasikan khusus wilayah Jangkaran, semua Tempat Ibadah masih ditutup.

“Kami kembali menghimbau kepada masyarakat baik di Jangkaran maupun wilayah Kulon Progo lainnya untuk tetap patuh dalam pelaksanaan Protokol Kesehatan. Tetap gunakan masker saat melakukan kegiatan di masyarakat, tetap jaga jarak demikian juga saat ibadah berjamaah. Khusus wilayah Jangkaran, saat ini tempat ibadah masih kita tutup dan jangan lupa cuci tangan memakai sabun sesering mungkin”, tegas Baning.